Aracord (RONY) Alami Kerugian hingga Kuartal III-2025, Ini Rekomendasi Sahamnya

admin.aiotrade 30 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Aracord (RONY) Alami Kerugian hingga Kuartal III-2025, Ini Rekomendasi Sahamnya


Kinerja RONY Tahun 2025 Dinilai Belum Menunjukkan Perbaikan Signifikan

Pada tahun 2025, kinerja PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Hingga kuartal III-2025, emiten energi dan logistik ini masih mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp 4 miliar. Pendapatan yang diperoleh juga berada pada level yang relatif rendah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut analis senior Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, kontraksi kinerja RONY terjadi baik dari sisi top line maupun bottom line. Margin negatif yang dalam mencerminkan skala usaha perseroan yang belum memadai untuk menutup beban operasional.

“Secara tahunan, kinerja RONY belum menunjukkan perbaikan fundamental yang signifikan. Tahun 2025 masih bisa dikategorikan sebagai tahun konsolidasi yang belum berhasil,” ujar Sukarno.

Potensi Pertumbuhan dari Diversifikasi Bisnis

Meski demikian, RONY memiliki potensi pertumbuhan melalui diversifikasi bisnis ke sektor logistik dan kelistrikan. Termasuk rencana proyek-proyek infrastruktur yang sedang disiapkan. Namun, menurut Sukarno, potensi tersebut masih sebatas rencana dan belum terlihat nyata dalam laporan keuangan.

“Peluangnya ada, terutama dari pengembangan bisnis logistik dan energi. Tapi saat ini masih belum begitu terealisasi. Investor perlu mencermati risiko eksekusi proyek, likuiditas, potensi transaksi afiliasi, serta volatilitas harga saham yang tinggi akibat likuiditas perdagangan yang tipis,” jelasnya.

Tantangan di Tahun 2026

Menghadapi tahun 2026, pasar akan menanti realisasi target-target operasional RONY untuk membuktikan perubahan model bisnis yang dijanjikan manajemen. Tanpa perbaikan kinerja yang konkret, prospek tersebut dinilai masih penuh ketidakpastian.

Valuasi Saham yang Relatif Mahal

Dari sisi valuasi, Sukarno menilai saham RONY relatif mahal untuk perusahaan yang masih membukukan rugi. Saat ini, RONY diperdagangkan pada rasio price to book value (PBV) sekitar 2,11 kali.

“Valuasi tersebut belum mencerminkan kondisi fundamental. Pergerakan harga saham RONY saat ini lebih banyak didorong sentimen ketimbang kinerja keuangan,” tegasnya.

Pergerakan Harga Saham di Akhir Tahun 2025

Pada penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), yang juga menjadi hari perdagangan terakhir tahun 2025, saham RONY ditutup melemah 3,13% ke level Rp 3.720 per saham. Penguasaan pasar terhadap saham RONY tetap menjadi perhatian utama bagi para investor, mengingat fluktuasi harga yang cukup tinggi.

Risiko yang Perlu Diperhatikan oleh Investor

Investor perlu memperhatikan beberapa risiko yang mungkin terjadi, seperti risiko eksekusi proyek yang tidak sesuai harapan, likuiditas perusahaan yang masih terbatas, serta potensi transaksi antar pihak terkait. Selain itu, volatilitas harga saham yang tinggi juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Prospek Jangka Panjang RONY

Meskipun saat ini kinerja RONY masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, potensi pertumbuhan dari sektor logistik dan energi tetap menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan. Dengan adanya strategi baru dan rencana pengembangan bisnis yang lebih luas, diharapkan RONY dapat segera menunjukkan hasil yang lebih baik di masa depan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kinerja RONY pada tahun 2025 masih menunjukkan tantangan yang cukup besar. Meski memiliki potensi pertumbuhan, namun belum terlihat secara nyata dalam laporan keuangan. Untuk itu, investor perlu lebih waspada dan memantau perkembangan RONY secara berkala, terutama dalam hal eksekusi proyek dan kinerja keuangan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan