Arah Baru SGRO Setelah Kepergian Grup Sampoerna

admin.aiotrade 18 Des 2025 3 menit 18x dilihat
Arah Baru SGRO Setelah Kepergian Grup Sampoerna


aiotrade, JAKARTA – PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) memulai langkah baru setelah secara resmi bergabung di bawah naungan POSCO International Corporation. Sebelumnya, Grup Sampoerna melalui Twinwood Family Holdings Limited telah mengumumkan penjualan seluruh saham SGRO sebesar 65,721% kepada AGPA Pte. Ltd., yang merupakan anak perusahaan dari POSCO International Corporation.

Setelah transaksi ini, POSCO kini memiliki lahan sawit di Indonesia seluas 150.000 hektare (ha), atau lebih dari dua kali luas Kota Seoul, Ibu Kota Korea Selatan. Nilai transaksi yang dilakukan oleh POSCO mencapai Rp9,44 triliun untuk membeli 1,19 miliar lembar saham SGRO dengan harga per lembar sebesar Rp7.903.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama Sampoerna Agro Budi Setiawan Halim menjelaskan bahwa SGRO akan melakukan sinergi dengan pemegang saham terbarunya, yaitu AGPA Pte. Ltd. dan POSCO, yang akan masuk ke bisnis downstream. Menurut Budi, alasan utama POSCO masuk ke Sampoerna Agro adalah karena fokus pada bisnis energy renewable.

“Ke depannya akan mengarah ke renewable energy business. Itu alasan kenapa Posco masuk ke Sampoerna Agro yang kami ketahui,” kata Budi dalam paparan publik Sampoerna Agro, Kamis (18/12/2025).

Budi menambahkan bahwa sebelumnya, Sampoerna Agro telah menganalisa untuk masuk ke bisnis downstream. SGRO memproduksi CPO sebanyak 350.000 hingga 400.000 ton per tahun. Namun, karena margin dari bisnis downstream lebih kecil dibandingkan upstream, SGRO memutuskan untuk tidak masuk ke bisnis tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Adapun Direktur Sampoerna Agro Heri Harjanto menjelaskan bahwa tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal antara Rp400 miliar hingga Rp500 miliar. Sampai September, SGRO telah merealisasikan sebesar Rp230 miliar. Heri menyatakan bahwa kemungkinan besar capex akan mencapai sekitar Rp400 miliar hingga akhir tahun ini.

Untuk belanja modal tahun depan, anggaran masih dalam tahap finalisasi. Namun, menurut Heri, capex tahun depan akan lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Selain itu, SGRO belum menentukan panduan kinerja untuk tahun 2026 mendatang.

Sampai September 2025, total pendapatan SGRO meningkat 37% secara tahunan menjadi Rp4,6 triliun. Pendapatan dari CPO melonjak sebesar 28% menjadi Rp3,5 triliun secara tahunan, didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP) CPO sebesar 15% yoy menjadi Rp14.457/kg dan volume penjualan CPO yang naik 11% yoy.

Pendapatan dari palm kernel (PK), sebagai kontributor terbesar pendapatan kedua, meningkat sebesar 111% yoy yang disebabkan oleh kenaikan ASP PK sebesar 73% yoy menjadi Rp12.495/kg dan volume PK yang lebih tinggi.

Total produksi TBS SGRO mengalami perbaikan sebesar 13% yoy menjadi 1,2 juta ton pada sembilan bulan 2025 berkat meredanya dampak El-Nino yang terjadi pada semester kedua 2023, yang menyebabkan penurunan produksi pada 2024.

Produksi TBS dari kebun inti meningkat 12% yoy menjadi 846.810 ton, sedangkan produksi TBS dari pihak eksternal atau plasma dan pihak ketiga meningkat 16% yoy menjadi 402.820 ton.

SGRO memperkirakan harga CPO akan tetap solid dalam enam bulan ke depan, yang akan didorong oleh ekspektasi permintaan yang kuat menjelang periode Ramadan di kuartal I/2026 serta musim produksi CPO yang lemah pada kuartal awal 2026. Selain itu, implementasi lanjutan dari B50 di Indonesia juga diperkirakan akan membantu menopang harga CPO.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotradetidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan