Ariana Grande dan Gaun Legendaris yang Menghubungkan Dunia "Wicked" dan "The Wizard of Oz"

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 15x dilihat
Ariana Grande dan Gaun Legendaris yang Menghubungkan Dunia "Wicked" dan "The Wizard of Oz"
Ariana Grande dan Gaun Legendaris yang Menghubungkan Dunia "Wicked" dan "The Wizard of Oz"

Penampilan Ariana Grande di Karpet Merah Wicked: For Good

Di tengah gemerlap karpet merah pemutaran perdana Wicked: For Good di ODEON Luxe Leicester Square, Ariana Grande tampil bukan sekadar sebagai bintang film, melainkan penjaga sejarah. Dalam balutan gaun hitam vintage model one-shoulder, sang aktris dan penyanyi berusia 32 tahun itu menghadirkan penghormatan halus namun bermakna bagi karakter yang kini ia perankan—Glinda sang penyihir baik hati.

Gaun tersebut bukan sembarang busana. Dikenakan pertama kali dalam film musikal tahun 1952 Lovely to Look At, rancangan ini merupakan karya tangan desainer legendaris Gilbert Adrian, sosok yang mengubah wajah mode Hollywood klasik. Adrian pula yang menciptakan sepatu merah Dorothy dan gaun gelembung Glinda dalam The Wizard of Oz (1939), film yang menjadi akar dari semesta Wicked.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Bagi Grande, mengenakan karya Adrian bukan sekadar pilihan gaya, tetapi tindakan simbolis. “Rasanya sangat emosional dan bermakna,” ujarnya dalam wawancara dengan British Vogue. “Law dan aku menangis berkali-kali selama sesi fitting. Gaun ini terasa hidup, seakan membawa sejarah bersamanya.”

Sejarah yang Terpahat dalam Setiap Jahitan

Gaun berusia 73 tahun itu ditemukan di butik Lily et Cie, Los Angeles—surga bagi para kolektor mode abad ke-20 dan ke-21. Grande mengaku terpesona saat pertama kali melihatnya. Ia menyebutnya sebagai “penghubung masa lalu dan masa kini,” mengingatkan dirinya bahwa kisah Glinda sudah lebih dulu hidup di layar sebelum dirinya lahir.

Dalam beberapa tahun terakhir, Grande memang dikenal sebagai sosok yang mencintai mode vintage. Namun, kolaborasinya kali ini dengan penata gaya Law Roach, yang juga dikenal berani mengawinkan nostalgia dengan modernitas, menghasilkan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar tampilan estetik.

Roach, yang sebelumnya bekerja dengan nama-nama besar seperti Zendaya dan Céline Dion, menyebut proses penyiapan penampilan Grande sebagai “petualangan penuh emosi.” “Kami punya papan suasana, berjam-jam sesi fitting, tawa, bahkan sumpah serapah,” katanya sambil tertawa. “Tapi di balik semua itu, ada imajinasi besar tentang bagaimana Glinda tumbuh dan berevolusi.”

Perubahan Gaya yang Menandai Babak Baru

Dalam tur promosi Wicked: Part 1 sebelumnya, Grande kerap tampil dalam balutan busana merah muda mencolok—warna khas Glinda versi klasik. Kini, dalam tur Wicked: For Good, ia memilih palet yang lebih gelap, lebih tenang, seolah ingin menandai babak baru dalam perjalanan karakternya.

“Ini masih terasa seperti kelanjutan dari kisah Glinda,” ucap Grande lembut. “Namun kini ia lebih dewasa, lebih memahami dunia, dan mungkin sedikit lebih rapuh. Aku ingin penampilanku mencerminkan itu.”

Keputusan tersebut menunjukkan kedewasaan artistik Grande yang selama ini dikenal lewat energi pop yang penuh warna dan glamor. Dengan Wicked, ia tampak membuka sisi baru dirinya—lebih introspektif, lebih teatrikal, dan sarat penghormatan pada sejarah panggung dan layar.

Penghargaan untuk Warisan Hollywood

Roach menegaskan, di balik citra bintang besar, Ariana adalah sosok yang penuh rasa syukur. “Hal yang perlu orang tahu tentang dirinya adalah betapa ia menghargai setiap desainer, setiap penjahit, setiap detail,” kata Roach. “Dia bukan hanya berterima kasih karena mendapat peran Glinda, tetapi juga karena bisa menjadi bagian dari warisan besar Hollywood.”

Pemilihan gaun rancangan Adrian juga terasa seperti jembatan spiritual antara dua dunia: The Wizard of Oz dan Wicked. Dalam satu momen di karpet merah, Grande seakan memerankan dua versi Glinda—yang dulu diciptakan oleh Adrian dan yang kini ia hidupkan kembali dengan caranya sendiri.

Film yang Mengangkat Sejarah dan Emosi

Di antara sorotan kamera dan tepuk tangan, Grande tampak menunduk sejenak, seolah menyadari betapa panjang perjalanan yang telah ia tempuh—dari penyanyi remaja Nickelodeon hingga aktris nominasi Oscar yang kini membintangi film musikal paling dinantikan tahun ini.

Film Wicked: For Good, yang disutradarai Jon M. Chu, dijadwalkan tayang secara global pada 21 November 2025. Film ini akan menjadi lanjutan dari Wicked: Part 1, yang sebelumnya sukses besar dan membuka kembali minat publik terhadap kisah para penyihir dari Oz.

Grande, bersama Cynthia Erivo yang memerankan Elphaba, menjanjikan penampilan emosional dan megah. Duo ini sebelumnya juga menjadi sorotan saat tampil di panggung Oscar 2025, mempersembahkan lagu dari film tersebut di tengah tepuk tangan panjang para penonton.

Kini, dengan penampilan dan busana yang sarat makna, Ariana Grande tidak hanya mempromosikan film. Ia sedang membangun warisan—menyatukan seni, sejarah, dan emosi dalam satu langkah ringan di karpet merah London.

Seperti kata Roach, “Setiap jahitan pada gaun itu menceritakan kisah. Dan Ariana, dengan caranya sendiri, membuat kisah itu hidup kembali.”

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan