
Peran Mahasiswa Papua dalam Membangun Indonesia Emas 2045
Senator DPD RI, Arianto Kogoya, menekankan bahwa mahasiswa Papua memiliki peran penting dalam membangun pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. Dalam acara Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) yang diadakan di USTJ pada tanggal 8 November 2025, ia menyampaikan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang strategis dan harus menjadi pilar utama pembangunan daerah.
Arianto menegaskan bahwa masa depan pembangunan Papua sangat bergantung pada generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menilai bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan yang mampu mendorong kemajuan melalui ide-ide dan gagasan konstruktif. Ia juga berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Papua, dengan mengingatkan pemerintah daerah agar menjalankan amanat undang-undang terkait penggunaan Dana Otsus.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Penyelenggaraan LKM ini dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang antusias. Acara ini menghadirkan narasumber inspiratif, termasuk Arianto Kogoya, yang membawakan materi dengan tema “Peran Mahasiswa Papua dalam Bidang Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam paparannya, Arianto menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan kunci untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tanah Papua melalui jalur legislasi dan penyaluran aspirasi daerah.
- Ia juga mendorong mahasiswa agar aktif menyalurkan aspirasi dalam berbagai bentuk, baik melalui tulisan, jurnal, dialog terbuka, maupun aksi demonstrasi yang damai dan bermartabat. Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mendukung pembangunan, dan mereka harus memanfaatkan ruang-ruang aspirasi secara produktif.
Selain itu, Arianto menilai kegiatan seperti LKM penting untuk membentuk karakter dan mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Ia menekankan bahwa pengalaman berorganisasi menjadi wadah pembelajaran kepemimpinan yang tidak bisa diperoleh hanya di ruang kuliah.
- “Ilmu pengetahuan memang didapat di kampus, tetapi soft skill dan jiwa kepemimpinan ditempa melalui pengalaman organisasi,” ujarnya.
Menutup materinya, Arianto kembali menekankan pentingnya penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) sesuai amanat undang-undang, yakni 30 persen untuk pendidikan. Ia berharap mahasiswa Papua dapat menjadi generasi yang berdaya dan mampu memajukan tanah kelahirannya.
- “Pendidikan adalah kunci kesejahteraan. Tidak ada orang lain yang akan memajukan Papua selain orang Papua sendiri,” pungkasnya.