
Penyanyi Terlibat dalam Pembahasan RUU Hak Cipta
Pada hari Selasa, 11 November 2025, di kompleks parlemen Jakarta, terjadi sebuah momen yang menarik perhatian seluruh peserta rapat pembahasan harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Hak Cipta. Salah satu tokoh musik ternama Indonesia, Nazril Irham atau lebih dikenal dengan nama Ariel Noah, Wakil Ketua Vibrasi Suara Indonesia (VISI), memberikan penampilan khusus dengan menyanyikan sebait lagu "Separuh Aku" setelah diminta oleh Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Bob Hasan.
Permintaan tersebut disampaikan ketika Ariel diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya mengenai RUU Hak Cipta setelah Armand Maulana. Sebelum berbicara, ia diminta untuk melakukan sesuatu yang unik agar suasana ruangan menjadi lebih rileks.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Permintaan Bapak Ibu Baleg, Mas Ariel, satu bait lagu lah. Silakan Mas Ariel supaya satu ruangan ini rileks. Tidak ada yang tegang, direlaksasi oleh Mas Ariel," ujar Bob Hasan.
Ariel yang sebelumnya mengaku tidak bernyanyi selama dua tahun karena sedang dalam masa liburan, tetapi tidak keberatan dengan permintaan tersebut. Ia langsung memenuhi permintaan dengan menyanyikan lagu yang populer tersebut.
"Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu. Karena separuh aku, dirimu," nyanyi Ariel yang kemudian disambut dengan tepuk tangan dari para wakil rakyat.
Selain Ariel, beberapa musisi lain juga turut hadir dalam pertemuan tersebut dan ikut menyanyi. Mereka antara lain Judika, Vina Panduwinata, dan Fadly Padi. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi para musisi dalam diskusi RUU Hak Cipta sangat penting.
Dalam presentasinya, Ariel menyampaikan harapan agar RUU tersebut dapat memperjelas mekanisme penarikan royalti terhadap penyanyi atau pelaku pertunjukan. Menurutnya, undang-undang ini tidak hanya berlaku bagi penyanyi profesional, tetapi juga bagi semua orang yang ingin bernyanyi.
Menurut Ariel, saat ini masih ada berbagai pemahaman yang berbeda mengenai penarikan royalti. Beberapa di antaranya melibatkan pembayaran langsung kepada pencipta, sementara yang lain harus dibayarkan melalui aplikasi. Hal ini membuat para penyanyi merasa bingung.
"Itu yang kita harap bisa dibahas dengan seksama dicari jalan keluar terbaik mengenai itu karena sangat berkaitan dengan ketenangan profesi penyanyi," ujar Ariel.
Tanggapan dari Para Musisi
Beberapa musisi lain yang hadir dalam rapat juga memberikan masukan mereka. Mereka sepakat bahwa RUU Hak Cipta perlu diatur secara jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dengan adanya aturan yang jelas, para musisi akan merasa lebih aman dalam menjalankan profesinya.
Peran Musisi dalam Pembahasan RUU
Musisi seperti Ariel Noah dan yang lainnya memiliki peran penting dalam proses pembahasan RUU Hak Cipta. Mereka tidak hanya sebagai pelaku seni, tetapi juga sebagai pihak yang terkena dampak langsung dari regulasi yang akan diterapkan. Dengan partisipasi aktif mereka, diharapkan RUU Hak Cipta dapat mencerminkan kepentingan seluruh pihak terkait.
- Dalam diskusi tersebut, banyak topik yang dibahas, termasuk cara pengelolaan hak cipta dan mekanisme pembagian royalti.
- Para musisi juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap karya seni yang diciptakan.
- Mereka berharap RUU ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil dan transparan bagi seluruh pelaku industri musik.
Kesimpulan
Pembahasan RUU Hak Cipta tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga legislatif, tetapi juga melibatkan seluruh pihak yang terkait, termasuk para musisi. Dengan partisipasi aktif dari musisi seperti Ariel Noah, diharapkan RUU ini dapat menciptakan aturan yang lebih baik dan adil bagi semua pihak.