
Peran Penting SPMT dalam Mendukung Rantai Pasok Nasional
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui subholding-nya, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional. Segmen kargo curah cair menjadi salah satu penopang utama arus logistik industri di Indonesia, khususnya untuk komoditas minyak nabati seperti kelapa sawit dan turunannya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada triwulan III tahun 2025, SPMT mencatat arus kargo curah cair sebesar 22,25 juta ton, meningkat 4,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kinerja positif ini menunjukkan peningkatan aktivitas bongkar muat di beberapa pelabuhan utama seperti Belawan, Dumai, Teluk Bayur, Jamrud Nilam Mirah, Tanjung Wangi, Trisakti, dan Bumiharjo Bagendang. Lokasi pelabuhan ini tersebar di Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
“Kami terus memperkuat layanan bongkar muat kargo di seluruh terminal nonpetikemas yang dikelola, termasuk untuk segmen curah cair melalui optimalisasi fasilitas dan peralatan pelabuhan serta penerapan sistem operasi PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose),” ujar Farid Chairmawan, VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal dalam keterangan resmi yang diterima aiotrade, Jumat (7/11).
Farid menjelaskan bahwa penerapan sistem digital seperti PTOS-M berperan penting dalam memastikan setiap proses layanan bongkar muat berjalan aman, efektif, dan efisien. Selain itu, sistem ini juga membantu memperpendek waktu sandar kapal (port stay) dalam waktu tinggal barang (cargo stay).
Fasilitas Pendukung Layanan Curah Cair
SPMT mengelola berbagai fasilitas utama untuk menunjang layanan curah cair. Beberapa di antaranya adalah:
- Pipeline dan piperack sebagai jalur penyaluran kargo
- Loading point area yang menghubungkan distribusi pabrik ke dermaga
- Platform dan mooring dolphins untuk kegiatan bongkar muat kapal
- Pigging system untuk pembersihan pipa
- Jembatan timbang guna mengukur berat muatan dari dan ke terminal
Farid menjelaskan bahwa fasilitas-fasilitas ini berperan penting dalam menjaga keandalan operasi terminal curah cair di seluruh pelabuhan yang dikelola SPMT Group. “Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap proses layanan bongkar muat berjalan aman, efektif, dan efisien,” katanya.
Komoditas Utama: Kelapa Sawit dan Turunannya
Komoditas utama yang mendominasi layanan curah cair SPMT adalah produk kelapa sawit dan turunannya, yang menjadi salah satu penggerak ekspor terbesar Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 luas perkebunan kelapa sawit nasional mencapai 16,01 juta hektare, dengan produksi minyak sawit sebesar 45,44 juta ton dan volume ekspor 22,98 juta ton.
Negara tujuan utama ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia adalah India, China, Pakistan, dan Amerika Serikat. Tingginya permintaan global terhadap CPO menjadikan kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang turut mendorong aktivitas curah cair di pelabuhan-pelabuhan utama.
Komitmen untuk Meningkatkan Efisiensi Logistik
“Kami terus berkomitmen untuk menjadi penghubung utama antara potensi industri dan kebutuhan pasar dengan menghadirkan layanan yang andal. Harapannya, kami tidak hanya mengalirkan komoditas penting seperti produk kelapa sawit dan turunannya, namun juga mengalirkan nilai ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas, mulai dari petani di hulu hingga ekonomi di berbagai daerah,” tutur Farid.
Melalui penguatan layanan curah cair, Pelindo Multi Terminal berupaya mendorong efisiensi logistik sekaligus meningkatkan daya saing industri hilir. Dengan konektivitas pelabuhan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, SPMT berperan sebagai simpul penting yang menghubungkan sentra-sentra produksi dengan pasar domestik maupun global.