Arus Modal Asing Siap Landasi Pasar Saham RI, Sektor Ini Paling Menguntungkan!

admin.aiotrade 13 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Arus Modal Asing Siap Landasi Pasar Saham RI, Sektor Ini Paling Menguntungkan!

Katalis Positif untuk Pasar Saham Indonesia

Perkembangan terbaru mengenai berakhirnya kebijakan pengetatan moneter (quantitative tightening/QT) oleh The Fed pada Desember 2025 menjadi sinyal positif bagi pasar saham Indonesia. Dengan adanya katalis ini, peluang arus modal masuk asing semakin terbuka. Beberapa sektor seperti perbankan hingga teknologi disebut memiliki posisi strategis untuk memaksimalkan keuntungan di akhir tahun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengamatan menunjukkan bahwa tren kembalinya investasi asing ke dalam negeri mulai terlihat. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai beli asing atau net foreign buy pada bulan Oktober 2025 mencapai Rp12,96 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan net sell asing sebesar Rp3,79 triliun pada September 2025 dan Rp11,27 triliun pada Oktober 2024.

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, jika Bank Sentral AS mengakhiri kebijakan QT, maka likuiditas global akan meningkat. Hal ini cenderung akan diikuti oleh pelemahan dolar AS dan penurunan yield U.S Treasury (UST), sehingga modal asing akan beralih menuju pasar-pasar emerging seperti Indonesia.

"Potensinya besar karena posisi investor asing di Indonesia masih underweight. Namun, ada beberapa risiko yang bisa menghambat inflow, seperti kenaikan inflasi AS, tensi geopolitik, serta kekhawatiran perlambatan ekonomi China," ujarnya.

Meskipun aliran dana asing kembali masuk ke Indonesia, secara year to date (YtD), investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp37,32 triliun. Nilai bersih tersebut turun setelah pada perdagangan terakhir, Rabu (12/11/2025), pasar membukukan net buy sebesar Rp1,23 triliun. Perbandingan antara asing dan domestik secara YtD masih timpang, yaitu 37% dibanding 63%.

Wafi memetakan sektor saham yang paling strategis ketika ada peluang asing masuk pasar. Ia menyebutkan tiga sektor utama:

  • Sektor perbankan
    Pada fase risk-on global, kondisi ini akan berdampak positif pada emiten-emiten big banks. Bank besar diuntungkan karena inflow meningkat ke pasar keuangan, sehingga aktivitas pinjaman dan investasi naik. Selain itu, yield obligasi yang lebih rendah menekan cost of fund dan membuat aset keuangan bank terlihat lebih menarik.

  • Sektor teknologi dan digital
    Investor dalam fase risk-on biasanya mencari saham dengan beta tinggi, alias pergerakannya lebih sensitif terhadap pasar. Sektor teknologi dan digital sering dianggap high beta, sehingga naik lebih tajam saat sentimen pasar positif.

  • Sektor komoditas tertentu seperti nikel dan emas
    Kedua komoditas ini biasanya mendapat dorongan karena sentimen positif di emerging markets.

Strategi yang disarankan oleh Wafi adalah overweight bluechip likuid, tambah high beta bertahap, serta hindari saham yang valuasinya sudah terlalu premium.

Santa Claus Rally dan Peluang Investasi

Wafi juga menambahkan bahwa potensi arus asing masuk pasar saham Indonesia akan menyertai sentimen Santa Claus Rally di akhir tahun. Santa Claus Rally adalah fenomena kenaikan harga saham menjelang akhir tahun, biasanya terjadi pada akhir Desember sampai awal Januari.

"Penghentian QT adalah katalis kuat untuk Santa Rally karena likuiditas global masuk, foreign net buy bisa lanjut, dan domestik juga cenderung positif jelang akhir tahun," ujarnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan