Amerika Serikat Mulai Membersihkan Ranjau Laut di Selat Hormuz
Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan operasi untuk membasmi ranjau laut yang dipasang oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di sekitar Selat Hormuz. Operasi ini dilakukan setelah Presiden AS, Donald Trump, meminta pasukannya untuk menghancurkan seluruh ranjau yang ada di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebutkan bahwa dua kapal perang milik angkatan laut AS, yaitu USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, telah diterjunkan ke Selat Hormuz untuk menghancurkan ranjau-ranjau yang dipasang oleh IRGC. Kedua kapal tersebut diklaim memiliki kemampuan untuk menghancurkan rudal dan ranjau laut.
Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur pelayaran baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas, kata Kepala CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.
Drone Bawah Laut Dikerahkan untuk Membasmi Ranjau Laut Iran
Selain kapal perang, operasi pembasmian ranjau laut Iran juga dibantu oleh drone bawah laut. Semua drone tersebut sudah diturunkan ke laut untuk mendeteksi dan melumpuhkan ranjau yang dipasang oleh IRGC di sekitar Selat Hormuz.
Pesawat nirawak bawah laut akan bergabung dalam upaya pembersihan (ranjau Iran di Selat Hormuz) dalam beberapa hari mendatang, tambah Cooper.

Iran Memasang Ranjau Laut sebagai Upaya Mengamankan Selat Hormuz
Iran sendiri memasang banyak ranjau laut sebagai upaya mengamankan Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan sejak mereka mulai menutup selat tersebut pada awal Maret 2026 lalu sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.
Menurut Trump, IRGC memasang sekitar 28 ranjau laut di Selat Hormuz. Namun, IRGC kini tidak bisa menemukan di mana ranjau-ranjau tersebut berada. Sebab, Trump menduga IRGC menyebar ranjau tersebut sembarangan.
Untuk menghindari bahaya ranjau, Iran sudah menyiapkan jalur alternatif bagi kapal-kapal yang ingin berlayar di Selat Hormuz. Jalur tersebut masih berada di sekitar Selat Hormuz, tetapi diklaim lebih aman dari ancaman ranjau.

Iran Punya Banyak Cadangan Ranjau Laut
Sebagai informasi, Iran disebut punya banyak cadangan ranjau laut. Menurut agen intelijen AS, Iran diprediksi punya lebih dari 5.000 stok ranjau laut. Hal ini karena ranjau laut adalah salah satu jenis senjata yang murah untuk diproduksi.
Ada sekitar empat jenis ranjau laut yang dimiliki oleh Iran, yakni Limpet Mine, Moored Mine, Drifting Mine, dan Seabed Mine. Keempat ranjau tersebut punya fungsi dan ciri khasnya masing-masing.
Limpet Mine merupakan ranjau laut yang bisa menempel kapal. Jika meledak, ranjau ini bisa merusak badan kapal dan membuatnya tenggelam. Moored Mine merupakan jenis ranjau yang terpasang di permukaan laut. Namun, ranjau ini terhubung dengan sebuah jangkar yang terpasang di dasar laut.
Lebih lanjut, Drifting Mine merupakan ranjau yang dipasang mengambang di permukaan laut. Ranjau ini bisa terlihat oleh langsung mata kepala. Sementara itu, Seabed Mine merupakan ranjau yang dipasang di dasar laut.

Perkembangan Terbaru di Selat Hormuz
Selat Hormuz akhirnya dibuka kembali setelah sebelumnya ditutup oleh Iran. Hal ini memicu respons dari beberapa negara, termasuk Pertamina International Shipping yang mengirimkan dua kapal untuk memastikan keamanan jalur pelayaran.
Di sisi lain, Inggris dan Prancis memimpin misi pengamanan Selat Hormuz untuk memastikan kelancaran perdagangan internasional. Beberapa tokoh ternama juga mengkritik blokade yang dilakukan oleh Iran, termasuk orang terkaya Afrika yang menyebut bahwa blokade ini mengancam pertanian di Afrika.