
aiotrade,
SEMARANG Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyatakan bahwa blokade militer terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz akan tetap berlangsung selama diperlukan. Ia juga menegaskan bahwa Washington siap untuk menyerang fasilitas energi Iran jika diperlukan.
Menurut pernyataannya, Angkatan Laut AS telah mengerahkan kurang dari 10% kekuatan mereka untuk menjalankan agenda penutupan tersebut. Perhitungannya jelas. Kami menggunakan 10% dari Angkatan Laut terkuat di dunia dan Anda memiliki 0% dari angkatan laut Anda, ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, Hegseth menyebut bahwa Angkatan Laut AS kini memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa AS terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan militer Iran selama masa jeda pertempuran, yang direncanakan akan berlangsung hingga awal pekan depan.
Kami mengisi ulang dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya, dan yang lebih penting lagi dengan intelijen yang baik dari sebelumnya. Saat Anda mengekspos diri Anda dengan pergerakan Anda kepada pengawasan kami, kami siap siaga untuk menyerang infrastruktur dwiguna Anda yang penting, pembangkit listrik Anda yang tersisa, dan industri energi Anda, tambahnya.
Namun demikian, Hegseth juga menyampaikan bahwa AS lebih memilih menyelesaikan konflik yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 melalui diplomasi.
Anda, Iran, dapat memilih masa depan yang makmur, jembatan emas, dan kami berharap Anda melakukannya untuk rakyat Iran. Sementara itu dan selama diperlukan, kami mempertahankan blokade ini, blokade yang berhasil, tetapi jika Iran memilih dengan buruk, maka mereka akan mengalami blokade dan bom yang dijatuhkan pada infrastruktur, listrik, dan energi, katanya.
Dalam konferensi pers yang sama, Jenderal Dan Caine, komandan militer AS tertinggi, menjelaskan bahwa blokade yang dilakukan oleh Angkatan Laut AS berlaku bagi semua kapal, tanpa memandang kewarganegaraan. Izinkan saya menjelaskan, blokade ini berlaku untuk semua kapal, tanpa memandang kewarganegaraan, yang menuju atau berangkat dari pelabuhan Iran, jelasnya.
Aksi blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz diketahui telah diberlakukan sejak hari Senin (13/04/2026). Presiden AS Donald Trump sempat memperingatkan dalam unggahan di media sosialnya bahwa kapal-kapal penyerang akan dilenyapkan jika mencoba menerobos blokade tersebut. Aksi ini terjadi setelah negosiasi perdamaian antara Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan.
Setelah negosiasi pertama gagal, AS dan Iran dilaporkan akan kembali menggelar negosiasi putaran kedua. Kedua negara ini telah mengindikasikan bahwa mereka tetap terbuka untuk negosiasi lebih lanjut yang rencananya akan digelar di Islamabad, Pakistan. Terkait perencanaan negosiasi kedua, delegasi Pakistan telah mengunjungi Teheran pada Rabu (15/04/2026) untuk mengoordinasikan pembicaraan baru tersebut.