AS Sebut Iran Tambahkan Ranjau di Selat Hormuz

AS Sebut Iran Tambahkan Ranjau di Selat Hormuz

Pemerintah AS Mengungkap Penempatan Ranjau Baru oleh Iran di Selat Hormuz

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Iran telah memasang lebih banyak ranjau baru di sekitar wilayah Selat Hormuz. Informasi ini didapatkan dari laporan yang dirilis oleh Axios, yang mengutip pernyataan pejabat AS dan sumber terkait lainnya pada Kamis (23/4/2026). Meski pihak AS belum mengetahui jumlah pasti ranjau yang dipasang Iran, mereka sedang melakukan penelusuran di selat tersebut untuk mengetahui berapa banyak ranjau yang sudah ditempatkan. Namun, para pengamat memperkirakan bahwa jumlah ranjau baru yang dipasang Iran tidak lebih dari 100 buah.

Donald Trump Memerintahkan Pasukan untuk Menghancurkan Ranjau Iran

Untuk mengatasi masalah ini, Presiden AS, Donald Trump, sudah memerintahkan pasukannya untuk membasmi ranjau-ranjau Iran yang ada di Selat Hormuz. Bahkan, Trump juga meminta angkatan laut AS untuk menyerang dan menghancurkan kapal-kapal Iran yang ingin menebar ranjau di sana. Langkah ini dilakukan agar semua ranjau yang dipasang Iran dapat dihilangkan. Sejak menguasai Selat Hormuz pada awal Maret 2026 lalu, Iran mulai menebar ranjau laut untuk mencegah kapal masuk ke sana. Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya Trump untuk menguasai Selat Hormuz secara penuh. Terlebih, hingga saat ini, AS masih memblokade selat tersebut.

AS Memblokade Selat Hormuz untuk Menekan Iran

Sebagai informasi, AS mulai memblokade Selat Hormuz pada 13 April lalu. Langkah ini dilakukan Negeri Paman Sam untuk menekan Iran agar mau menyetujui kesepakatan perdamaian dengan mereka. Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses memblokade semua Kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz, ujar Trump dalam pernyataannya.

PBB Mengecam Blokade Selat Hormuz oleh AS

Blokade Selat Hormuz yang dilakukan AS ini sudah dikecam oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, blokade yang dilakukan AS di Selat Hormuz melanggar hukum internasional. Sebab, menurut aturan, setiap negara bebas berlayar di laut internasional, termasuk di Selat Hormuz. Hak serta kebebasan navigasi internasional, termasuk di Selat Hormuz, harus dihormati oleh semua pihak, kata Guterres dalam pernyataannya di Kantor Pusat PBB, New York, pada 14 April.

Dampak Ekonomi Global dari Blokade Selat Hormuz

Blokade Selat Hormuz yang dilakukan AS ini telah mengancam kondisi ekonomi global. Sebab, blokade tersebut membuat kapal-kapal dagang, terutama yang membawa minyak, tidak bisa berlayar di sana. Ini membuat pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global jadi terhambat sehingga harganya bisa naik.

Pernyataan Menteri Pertahanan AS

Menhan AS menyatakan bahwa tidak ada kapal yang bisa melewati Selat Hormuz tanpa izin dari pihaknya. Hal ini menunjukkan bahwa AS sangat ketat dalam menjaga kontrol atas wilayah strategis ini.

Kecaman Panama terhadap Tindakan Iran

Panama juga mengecam Iran setelah kapal kargonya disita di Selat Hormuz. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya menjadi masalah regional, tetapi juga menarik perhatian internasional.

Iran Menolak Buka Selat Hormuz

Iran menolak untuk membuka Selat Hormuz selama AS tetap mempertahankan blokade. Ini menunjukkan bahwa tensi antara kedua negara masih tinggi dan situasi bisa semakin memburuk jika tidak ada solusi yang ditemukan.