Asap Beracun, Pestisida, dan Ledakan Gas Mengancam Jakarta di Awal Tahun

Asap Beracun, Pestisida, dan Ledakan Gas Mengancam Jakarta di Awal Tahun


Insiden lingkungan yang terjadi secara beruntun di daerah penyangga Jakarta menunjukkan adanya kekhawatiran serius terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai peristiwa seperti ledakan, kebakaran, pencemaran, dan bencana alam telah melibatkan berbagai instansi dan perusahaan di wilayah tersebut. Berikut adalah rangkuman insiden-insiden tersebut:

Ledakan SPBE Cimuning, Bekasi

Pada Rabu (1/4) malam, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, mengalami ledakan dan kebakaran hebat. Dalam video CCTV yang beredar di media sosial, terlihat api berkobar-kobar dan asap hitam membumbung ke udara. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Bekasi Heryanto menduga bahwa api berasal dari korsleting listrik dan kebocoran gas.

"Infonya kebocoran gas. Informasi ini saya dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi," ujar Heryanto. Namun, penyebab pasti kebakaran masih harus menunggu hasil penyelidikan polisi.

Akibat insiden tersebut, SPBE Cimuning mengalami kerusakan berat hingga nyaris rusak total. Kebakaran juga menghanguskan rumah-rumah warga di sekitar lokasi. Belasan mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (1/4) malam sekitar pukul 21.30 WIB dikabarkan sudah padam pada Kamis (2/4) pagi.

Insiden Asap Oranye Cilegon

Sebelum insiden kebakaran di SPBE Cimuning, terdapat insiden lain yang terjadi di wilayah penyangga Jakarta. Pada Sabtu (31/1), asap oranye membumbung di lokasi perusahaan penyimpanan bahan kimia PT Vopak Indonesia Terminal Merak di Cilegon, Banten. Kepulan asap tersebut menyebabkan gejala pusing, mual, hingga muntah pada warga di sekitar lokasi.

Asap dilaporkan akibat reaksi kempu atau sisa-sisa material produksi seperti base oil dan asam nitrat yang secara tidak sengaja tercampur di penampungan. Kementerian Lingkungan Hidup menurunkan tim untuk menyelidiki insiden tersebut. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan akan melayangkan gugatan perdata untuk menuntut ganti rugi dari perusahaan.

Cemaran Pestisida di Anak Sungai Cisadane Tangerang

Insiden pencemaran pestisida di anak Sungai Cisadane bermula dari kebakaran gudang PT Biotek Saranatama pada Senin (9/2). Kebakaran menyebabkan 20 ton bahan pestisida ikut terbakar. Gudang yang berlokasi di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan ini menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos, yang umum digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.

Berdasarkan peninjauan Kementerian Lingkungan Hidup pasca-kejadian, cemaran tersebut telah menyebar di aliran sungai sejauh puluhan kilometer, meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Berbagai biota akuatik di dalamnya pun terdampak, ditandai dengan kematian ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu.

Kementerian Lingkungan Hidup menurunkan tim untuk mengecek kondisi sungai Cisadane secara menyeluruh. Bila merujuk pada estimasi waktu penelitian di laboratorium, Kementerian sejatinya sudah memegang hasil penelitian, namun sejauh ini belum dipublikasikan. Namun, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan akan menggugat perusahaan secara perdata.

Longsor Sampah Bantar Gebang Bekasi

Gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Desa Ciketing Udik, Bekasi, mengalami longsor pada Minggu (8/3) siang. Sebanyak 13 orang menjadi korban dalam bencana tersebut, tujuh di antaranya meninggal akibat tertimbun sampah setinggi 50 meter.

Tragedi longsor yang baru-baru ini terjadi bukan yang pertama dan diduga karena open dumping dimana sampah hanya ditumpuk di atas permukaan tanah. Praktik ini disebut mengancam keselamatan karena rawan longsor dan menyebabkan pencemaran lingkungan masif. Kementerian Lingkungan Hidup tengah dalam proses mengakhiri pengelolaan sampah dengan metode itu.

Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup Rizal Irawan menjelaskan, Bantar Gebang sudah melewati proses pembinaan, pengawasan, dan pengenaan sanksi administratif terkait open dumping. Dia tak menutup kemungkinan pemidanaan terkait tragedi terbaru. Penegakan hukum dapat menyasar pihak yang bertanggung jawab sesuai perannya, baik pengelola maupun pihak yang memiliki kewenangan, ujar Rizal.

Kebakaran Pabrik Plastik di Bogor

Kebakaran hebat melanda pabrik plastik milik PT Cahaya Dinamika Persada (CDP) di Desa Gunung Putri, Wanaherang, Kabupaten Bogor, pada Minggu (29/3) sore. Perusahaan ini merupakan anak usaha Ligo Group yang bergerak di bidang produksi berbagai jenis plastik hingga produk minuman kemasan.

Kebakaran disebut-sebut karena pohon bambu yang tersambar petir, lalu terbakar, dan tumbang menimpa pabrik. Berdasarkan situs pemantauan kualitas udara Plume Labs, tingkat polusi di wilayah Wanaherang sempat menembus level kritis. Konsentrasi PM2,5 bahkan mencapai lebih dari 200 pada Minggu, menjadi yang terburuk sepanjang Maret.