
PT ASDP Ferry Indonesia mengerahkan tiga kapal untuk membantu distribusi logistik ke sejumlah wilayah di Sumatera yang terdampak banjir dan tanah longsor. Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pengoperasian kapal tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak bencana.
Ia mengatakan seluruh biaya operasional kapal ditanggung oleh ASDP sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan. “ASDP berkomitmen membantu korban bencana di Sumatera dengan mengoperasikan tiga kapal untuk mendukung penyaluran bantuan logistik,” ujar Heru dalam media gathering di kantornya, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Heru mengatakan kapal pertama yang dikerahkan adalah Jatra II. Kapal ini digunakan untuk mengangkut bantuan berupa sembako dan alat berat menuju Sibolga, Sumatera Utara; serta Padang, Sumatera Barat.
Selain itu, ASDP juga mengoperasikan kapal Aceh Hebat untuk mendistribusikan kebutuhan energi berupa LPG ke wilayah terdampak di Provinsi Aceh. ASDP juga menyiapkan kapal terbaru yakni Jatra I yang saat ini tengah dalam proses pemuatan.
Kapal tersebut akan membawa bahan pangan, alat berat, serta relawan yang akan diberangkatkan ke wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Melalui pengerahan armada ini, Heru berharap distribusi logistik ke daerah terdampak bencana di Sumatera dapat berjalan lancar dan mempercepat penanganan kondisi darurat di lapangan.
Banjir bandang dan tanah longsor melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada pekan terakhir November 2025. Hingga Ahad, 14 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut mencapai 1.016 orang.
BNPB mencatat jumlah korban jiwa tertinggi berada di Provinsi Aceh yakni 424 orang. Lalu disusul Sumatera Utara dengan 349 korban meninggal dan Sumatera Barat sebanyak 243 orang meninggal. Selain korban meninggal, jumlah warga yang dilaporkan hilang di ketiga daerah itu mencapai 212 orang.