
aiotrade, SURABAYA—Aset perbankan syariah nasional mencapai angka yang sangat signifikan pada Agustus 2025. Menurut data yang dirilis, total aset industri keuangan syariah nasional telah mencapai Rp3.030 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 11,4% dari total aset industri keuangan nasional. Aset perbankan syariah sendiri mencapai Rp975,94 triliun dengan pangsa pasar sebesar 7,44%, sementara pasar modal syariah mencapai Rp1.832,3 triliun dengan pangsa pasar sebesar 19,92%.
Pertumbuhan yang Menggembirakan
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa pertumbuhan aset keuangan syariah menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Ia menekankan bahwa ini adalah pencapaian penting yang menunjukkan daya tahan dan prospek besar keuangan syariah di Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dian menjelaskan bahwa di era saat ini, inovasi dan perluasan akses keuangan syariah bagi seluruh lapisan masyarakat sangat penting. Meskipun kesadaran publik terhadap nilai-nilai ekonomi berbasis syariah semakin meningkat, masih diperlukan langkah-langkah nyata untuk memperluas pemahaman dan penggunaan produk keuangan syariah secara lebih merata.
Sinergi Lintas Sektor
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, khususnya antara regulator, lembaga keuangan, akademisi, dan pemerintah daerah dalam memperkuat inklusi dan literasi keuangan syariah di berbagai wilayah. Dian juga menyoroti Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan ekosistem keuangan syariah paling aktif di Indonesia.
Menurutnya, dukungan dari ribuan pesantren, jutaan santri, serta pelaku UMKM halal menjadi kekuatan besar dalam mendorong ekonomi berbasis syariah. Pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Timur sangat kuat karena didukung oleh pondasi sosial dan pendidikan yang mapan. Tahun ini, Jawa Timur berhasil meraih 10 penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2025, yang menunjukkan kontribusi besar daerah ini terhadap penguatan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Inovasi dan Kolaborasi
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025 memiliki makna penting sebagai wadah untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, serta inovasi di sektor keuangan syariah. Ia meyakini bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Momentum kegiatan ini semakin istimewa karena dilaksanakannya seminar tematik yang menghadirkan para narasumber dengan topik-topik menarik dan seremonial penandatanganan beberapa kerja sama strategis. Berikut beberapa kerja sama yang ditandatangani:
- Penandatanganan kerja sama layanan keuangan dengan Rumah Sakit Aisyah Bojonegoro sebagai wujud dukungan perbankan syariah terhadap penguatan sektor kesehatan berbasis nilai-nilai islami.
- Penandatanganan kerjasama layanan keuangan syariah dengan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sebagai langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren.
- Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dengan Rumah Wakaf Indonesia dan Gerakan Wakaf Indonesia yang diharapkan dapat memperkuat gerakan sosial ekonomi berbasis wakaf sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan.
CWLD merupakan sebuah instrumen inovatif dari perbankan syariah yang menggabungkan fungsi investasi dan sosial. CWLD memungkinkan nasabah berinvestasi dalam deposito, lalu keuntungan dari bagi hasilnya secara otomatis disalurkan sebagai wakaf uang untuk program sosial yang bermanfaat.
Contohnya, PKS yang telah dilakukan dengan Rumah Wakaf Indonesia. Nantinya dana wakaf yang terkumpul melalui CWLD itu akan digunakan untuk bantuan modal usaha bagi para pelaku usaha enterpreneur kopi di wilayah Kota Surabaya. Kemudian, PKS dengan Gerakan Wakaf Indonesia untuk program budidaya pisang cavendish.
Komitmen untuk Masa Depan
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Jatim berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dan OJK dalam memperluas akses serta memperkuat ekosistem keuangan syariah. Ia percaya bahwa sinergi antara regulator, pelaku industri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, berharap Bank Jatim memiliki level of commitment yang tinggi untuk mengembangkan produk syariah yang ada di Unit Usaha Syariah Bank Jatim. IIFS ini adalah satu bukti, satu momentum untuk meneguhkan komitmen Bank Jatim yang turut mengembangkan fungsinya yang harus maju, harus all out karena potensi ekonomi syariah masih sangat besar.