
Pemantauan Saham di Pasar Modal Indonesia
Pada pekan ini, beberapa saham yang menjadi perhatian investor di pasar modal Indonesia antara lain Astra International Tbk. (ASII), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI). Hal ini sejalan dengan proyeksi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari ke depan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,59% pada level 8.118,30 setelah perdagangan akhir pekan lalu. Sektor teknologi menjadi pemimpin kenaikan, sementara sektor transportasi mengalami koreksi terbesar. Dalam analisis dari Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, penguatan rupiah terhadap dolar AS serta aksi korporasi dari sejumlah emiten menjadi faktor positif yang mendorong kenaikan indeks.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mendekati area oversold, dan penurunannya melandai dengan potensi membentuk Golden Cross. Selain itu, histogram negatif MACD mulai tertahan serta disertai oleh volume beli. IHSG juga kembali ditutup di atas level MA5, sehingga berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level resistance 8.170 pada pekan depan.
Valdy menyebutkan bahwa investor domestik akan memperhatikan data cadangan devisa bulan September 2025 yang diperkirakan naik menjadi US$159 miliar dari posisi Agustus yang mencapai US$150,7 miliar. Di samping itu, indeks kepercayaan konsumen September diperkirakan meningkat ke 120 dari 117,2. Sementara itu, penjualan sepeda motor, penjualan ritel Agustus, serta laporan penjualan mobil periode September juga menjadi sorotan pasar.
Phintraco merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati, antara lain PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL), PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI).
Proyeksi Penguatan IHSG
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menegaskan bahwa indeks komposit akan melanjutkan penguatan setelah ditutup di zona hijau pada pekan lalu. Namun, dia memandang adanya risiko koreksi jangka pendek jika data domestik di bawah ekspektasi atau pidato The Fed cenderung bersikap hawkish.
Ketidakpastian global seperti harga komoditas dan arus modal asing bisa menekan IHSG melemah dengan support di 8.022. Sentimen positif yang dapat memengaruhi IHSG antara lain stabilitas ekonomi Indonesia dengan inflasi September 2025 di angka 2,65% YoY atau masih dalam target BI. Sebagai tambahan, sektor manufaktur tetap ekspansif di 50,4%.
Di sisi fiskal, pemerintah menyiapkan tambahan stimulus pada kuartal IV/2025 guna mendongkrak daya beli masyarakat. Ditambah stimulus khusus untuk Natal dan Tahun Baru senilai hampir US$2 miliar, total stimulus mencapai US$4,5 miliar.
Perkembangan positif tersebut juga diperkuat oleh surplus neraca perdagangan yang melonjak ke US$5,49 miliar pada Agustus 2025. Sementara itu, sentimen global masih didominasi oleh kekhawatiran 'government shutdown' di AS yang berisiko merugikan ekonomi, meski data pasar kerja (JOLTs) menunjukkan ketatnya tenaga kerja.
Agenda Penting untuk Investor
Di tengah situasi ini, pelaku pasar akan menyoroti beberapa agenda penting dari The Federal Reserve, termasuk pidato dari dua pejabatnya, Raphael Bostic dan Michelle Bowman, serta rilis FOMC Minutes pada 8 Oktober. Selain itu, investor juga menanti data Initial Jobless Claims pada 9 Oktober untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga.
Dari dalam negeri, ada beberapa rilis data kunci pada pekan depan, mulai dari posisi Cadangan Devisa BI (7 Oktober) hingga data penjualan ritel (9 Oktober) dan data penjualan motor dan mobil (9–10 Oktober). Rangkaian data ini sangat penting karena memberikan gambaran kekuatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat kelas menengah, yang menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun.
Rekomendasi Saham untuk Pekan Ini
IPOT merekomendasikan ASII, JSMR, dan ICBP pada pekan ini. Saham ASII mendapat rekomendasi beli dengan target harga Rp6.075 per saham karena berpotensi mendapat sentimen positif seiring proyeksi peningkatan aktivitas konsumsi dan penjualan kendaraan usai pemerintah menyiapkan stimulus untuk 30 juta keluarga, serta dorongan proyek infrastruktur menjelang akhir tahun.
Saham JSMR direkomendasikan buy on pullback dengan target harga Rp4.100 per saham karena didukung meningkatnya mobilitas masyarakat dan belanja infrastruktur pemerintah. Sementara itu, ICBP dinilai berpotensi mendapat sentimen positif sejalan dengan stabilnya inflasi domestik dan daya beli masyarakat yang mulai pulih jelang kuartal IV/2025. Saham Grup Salim ini meraih peringkat beli dengan target harga Rp10.050.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.