Asing Beli 869,78 Juta Saham BIPI, Harga Naik 13,33% di Sesi I


aiotrade, JAKARTA – Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) menjadi salah satu saham yang paling diminati oleh investor asing dalam sesi I perdagangan hari ini, Rabu (25/2/2026). Kenaikan harga saham BIPI tercatat signifikan, dengan peningkatan sebesar 13,33% menjadi Rp306 per saham. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 255,81% secara year to date (YtD).

Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, net buy asing pada saham BIPI di sesi I perdagangan mencapai 382.814.500 saham. Dari jumlah tersebut, asing membeli sebanyak 869.763.700 saham, sedangkan menjual sebanyak 486.696.200 saham. Peningkatan aktivitas pembelian asing ini berdampak langsung pada kenaikan harga saham.

Secara keseluruhan, hingga 24 Februari 2026, net buy asing di pasar modal mencapai Rp22,52 miliar. Angka ini terdiri atas net buy di pasar reguler sebesar Rp95,04 miliar dan net sell di pasar tunai serta nego sebesar Rp72,52 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penjualan, aktivitas pembelian asing tetap dominan.

Menilik fundamental perusahaan, Astrindo Nusantara Infrastruktur mengalami penurunan pendapatan sebesar 53,4% secara year on year (YoY) dalam periode Januari-September 2025. Pendapatan perseroan hanya mencapai US$194,83 juta, dibandingkan US$418,07 juta pada periode yang sama tahun 2024.

Meskipun beban pokok pendapatan turun dari US$351,26 juta menjadi US$167,98 juta, laba bruto perseroan tetap menurun dari US$66,81 juta menjadi US$26,84 juta. Di sisi lain, laba bersih perseroan pada periode Januari-September 2025 mengalami kerugian sebesar US$5,42 juta, berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun 2024 yang berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$3,58 juta.

Rencana Bisnis untuk Masa Depan

Menyongsong tahun 2026, manajemen Astrindo Nusantara Infrastruktur memiliki beberapa rencana strategis untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Berikut adalah tiga strategi utama yang akan diterapkan:

  • Mengandalkan Bisnis Batu Bara
    Direktur Utama Astrindo Nusantara Infrastruktur, Raymond Anthony Gerungan, menyatakan bahwa mayoritas pendapatan perseroan saat ini berasal dari tambang Jembayan dengan produk batu bara. Namun, ia mengakui bahwa jika harga batu bara tetap stabil seperti saat ini, tidak akan ada peningkatan signifikan pada pendapatan perusahaan.

  • Proyek Waste-to-Energy (WtE)
    Manajemen perseroan juga berencana masuk ke proyek waste-to-energy senilai US$300 juta sampai US$350 juta. Raymond menjelaskan bahwa BIPI telah menjalani proyek ini selama lebih dari tiga tahun. Namun, karena adanya perubahan kebijakan di pemerintah dan pemerintah daerah, proyek ini harus mengalami penyesuaian.

  • Mini Pabrik LNG di Batam
    Selain proyek waste-to-energy, Raymond juga menyebutkan bahwa BIPI akan mengembangkan mini pabrik LNG di Batam. Proses pembongkaran pabrik tersebut dilakukan selama setahun terakhir dan akan dipindahkan ke Jawa Timur. Penjualan mini LNG diharapkan dapat dimulai pada kuartal kedua 2026.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan