Asing Lepas Pasar Uang RI Rp3,79 Triliun

admin.aiotrade 15 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Asing Lepas Pasar Uang RI Rp3,79 Triliun

Aliran Dana Asing Keluar dari Pasar Keuangan Indonesia

Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia selama periode 10 hingga 13 November 2025. Data transaksi menunjukkan bahwa investor asing tercatat melakukan penjualan neto sebesar Rp3,79 triliun dalam kurun waktu tersebut.

Meskipun terjadi penjualan neto di pasar saham, data juga menunjukkan bahwa investor asing masih memegang saham dengan beli neto sebesar Rp3,92 triliun. Namun, jumlah tersebut tidak cukup untuk menutupi aksi jual masif di pasar obligasi dan sekuritas BI.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Investor asing dilaporkan menjual neto sebesar Rp6,33 triliun di Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp1,39 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hal ini menunjukkan ketidakstabilan di pasar obligasi dan sekuritas.

Total Aliran Dana Asing Keluar Mencapai Rp184 Triliun

Secara kumulatif, total capital outflow sepanjang 2025 hingga 13 November mencapai angka fantastis, yaitu sebesar Rp184,09 triliun. Rinciannya, nonresiden menjual neto Rp37,24 triliun di pasar saham, Rp6,45 triliun di pasar SBN, dan yang paling besar adalah di SRBI, mencapai Rp140,40 triliun.

Pengeluaran dana asing ini menunjukkan pergerakan yang signifikan di pasar keuangan Indonesia. Meskipun demikian, ada indikator positif yang muncul dari data domestik.

Imbal Hasil SBN Menurun dan Risiko Gagal Bayar Membaik

Imbal hasil SBN 10 tahun pada penutupan Kamis (13/11/2025) tercatat turun ke level 6,12 persen. Angka ini kemudian stabil pada tingkat yang sama di pembukaan Jumat pagi (14/11/2025). Di sisi lain, yield obligasi Amerika Serikat (UST Note 10 tahun) naik ke 4,119 persen.

Perkembangan positif lainnya adalah penurunan premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia untuk tenor 5 tahun. Premi CDS per 13 November 2025 tercatat sebesar 73,51 basis poin (bps), turun dibandingkan posisi 7 November 2025 yang berada di 76,05 bps. Penurunan ini mengindikasikan bahwa persepsi risiko gagal bayar utang Indonesia oleh investor global sedang membaik.

BI Optimalkan Bauran Kebijakan untuk Ketahanan Ekonomi

Menyikapi situasi ini, Bank Indonesia terus berupaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menyatakan bahwa pengoptimalan strategi bauran kebijakan akan terus dilakukan oleh BI. Tujuannya adalah untuk mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah kondisi global dan domestik yang dinamis.

Dalam upaya memperkuat stabilitas ekonomi, BI akan terus memantau perkembangan pasar keuangan dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi.

Strategi Kebijakan yang Diterapkan

Beberapa strategi kebijakan yang diterapkan oleh BI meliputi:

  • Pemantauan terhadap aliran modal asing dan reaksi pasar terhadap perubahan kebijakan
  • Koordinasi dengan pemerintah dalam merancang kebijakan fiskal dan moneter yang saling mendukung
  • Pengelolaan likuiditas pasar untuk mencegah volatilitas yang berlebihan
  • Peningkatan transparansi informasi kepada publik agar dapat memahami arah kebijakan BI

Dengan pendekatan yang komprehensif, BI berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi Indonesia meskipun menghadapi tantangan dari luar negeri.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan