Asing Lepas Rp 3,79 Triliun Pekan Ini

admin.aiotrade 15 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Asing Lepas Rp 3,79 Triliun Pekan Ini

Pergerakan Modal Asing di Pasar Domestik

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa modal asing sebesar Rp 3,79 triliun keluar dari pasar domestik pada pekan ini. Data tersebut berdasarkan transaksi yang terjadi selama periode 10 hingga 13 November 2025. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa nonresiden melakukan pembelian neto sebesar Rp 3,93 triliun di pasar saham. Selain itu, terjadi penjualan neto sebesar Rp 6,33 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp 1,39 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Penjelasan ini disampaikan oleh Denny dalam keterangan resmi pada Jumat, 14 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Perkembangan Credit Default Swap (CDS)

Selain itu, BI juga mencatat bahwa premi credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun per 13 November 2025 sebesar 73,51 bps. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan data pada 7 November 2025 yang tercatat sebesar 76,05 bps. Perubahan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam persepsi risiko terhadap ekonomi Indonesia.

Kinerja Pasar Saham dan SBN

Secara kumulatif, mulai dari awal tahun hingga 13 November 2025, nonresiden tercatat melakukan penjualan neto di berbagai pasar, termasuk pasar saham, pasar SBN, dan pasar SRBI. Jual neto di pasar saham mencapai Rp 37,24 triliun, sedangkan di pasar SBN sebesar Rp 6,45 triliun, dan di pasar SRBI sebesar Rp 140,40 triliun. Hal ini menunjukkan adanya tekanan dari investor asing terhadap berbagai instrumen pasar keuangan Indonesia.

Kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pada hari Jumat, 14 November 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.370,4. Posisi ini mengalami penurunan sebesar 0,29 persen dibandingkan pekan lalu yang berada pada level 8.394,59. “Kapitalisasi pasar BEI tercatat tetap pada level Rp15.316 triliun, sama seperti pada pekan sebelumnya,” kata Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam siaran pers pada Jumat, 14 November 2025.

Perkembangan Volume dan Nilai Transaksi Harian

Menurut Kautsar, rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini meningkat sebesar 99,35 persen menjadi 53,95 miliar lembar saham dari 27,07 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian meningkat sebesar 33,04 persen menjadi Rp 23,34 triliun dari Rp 17,54 triliun pada pekan sebelumnya. Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 24,84 persen menjadi 2,7 juta kali transaksi dari 2,16 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Tren Aktivitas Pasar Keuangan

Perkembangan ini menunjukkan adanya aktivitas yang meningkat di pasar modal Indonesia, meskipun ada tekanan dari arus keluar modal asing. Peningkatan volume dan nilai transaksi mencerminkan tingkat partisipasi yang lebih tinggi dari para pelaku pasar, baik investor domestik maupun asing. Namun, penurunan IHSG menunjukkan bahwa ada ketidakpastian yang masih menghiasi sentimen pasar.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pasar

Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi pasar antara lain perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter Bank Indonesia, serta dinamika pasar keuangan internasional. Meski ada tekanan dari arus keluar modal asing, pasar keuangan Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik dalam menghadapi tantangan tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan