
Upacara Hari Pahlawan di Mamuju Tengah Diwarnai Kebiasaan yang Tidak Biasa
Upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 di halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, berlangsung khidmat. Namun, momen ini sempat diwarnai pemandangan tak biasa yang menarik perhatian masyarakat.
Saat Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, membacakan Amanat Menteri Sosial RI, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) justru terlihat jongkok dan duduk santai di barisan belakang. Pantauan dari lokasi kejadian, sebagian ASN tampak tidak kuat berdiri lama di bawah terik matahari. Mereka memilih jongkok saat upacara masih berlangsung, meski saat Bupati Arsal Aras tengah membacakan sambutan atau amanat Hari Pahlawan Nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, beberapa ASN juga terlambat hadir sehingga tidak diperkenankan mengikuti upacara oleh petugas Satpol PP. Sementara sejumlah peserta lainnya harus dibawa ke ambulans karena mengalami kondisi kurang sehat saat kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan fisik dan mental para ASN dalam mengikuti acara resmi masih perlu ditingkatkan.
Upacara Hari Pahlawan di Mateng dipimpin langsung oleh Bupati Arsal Aras dan diikuti pejabat lingkup Pemkab Mamuju Tengah serta unsur Forkopimda. Momen ini seharusnya menjadi refleksi bagi ASN untuk meneladani semangat juang para pahlawan. Termasuk dalam menegakkan kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai abdi negara.
Makna Hari Pahlawan bagi Bupati Arsal Aras
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-66 tahun 2025. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Bupati Mateng, Jl Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mateng, Senin (10/11/2025).
Bupati Mateng Arsal Aras menyampaikan, momentum Hari Pahlawan harus menjadi pengingat semangat perjuangan para pahlawan dalam membangun bangsa. "Semangat kepahlawanan harus terus kita jaga," ujarnya dihadapan awak media. "Terutama, dalam melayani masyarakat," tambahnya.
Lebih lanjut Arsal mengatakan, perjuangan masa kini tidak lagi melawan penjajah. Melainkan, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. "Sekarang ini kita berjuang menghadapi masalah sosial, meningkatkan kesejahteraan, dan menegakkan keadilan," ungkapnya. "Itu yang penting untuk dijalankan pemerintah daerah," kuncinya.
Usai upacara, dilanjutkan dengan santap bersama para peserta dan tamu undangan. Sekaligus menjadi momen perayaan ulang tahun ke-43 Bupati Mateng, Arsal Aras. Setelah itu, Pemerintah Daerah Mateng akan melaksanakan ziarah ke makam para pahlawan untuk mengenang jasa dan perjuangan mereka.
Penyebab Kehadiran ASN yang Tidak Sesuai Harapan
Beberapa faktor bisa menjadi penyebab perilaku ASN yang tidak sesuai harapan selama upacara. Pertama, kesiapan fisik dan mental para pegawai belum sepenuhnya optimal. Banyak dari mereka mungkin tidak terbiasa berdiri dalam waktu lama, terutama jika cuaca cukup panas seperti pada hari itu.
Kedua, adanya ketidaktahuan atau kurangnya kesadaran akan pentingnya disiplin dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Meski upacara adalah bentuk penghormatan terhadap para pahlawan, banyak dari mereka mungkin merasa bahwa upacara tersebut hanya formalitas belaka.
Ketiga, ada kemungkinan adanya kesalahan komunikasi antara instansi dan ASN terkait jadwal serta aturan kehadiran. Hal ini bisa menyebabkan beberapa orang datang terlambat atau bahkan tidak hadir sama sekali.
Langkah Perbaikan yang Dapat Dilakukan
Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, Pemkab Mateng dapat melakukan beberapa langkah perbaikan. Pertama, memberikan pelatihan atau simulasi tentang cara mengikuti upacara dengan benar. Ini bisa dilakukan secara berkala agar semua ASN lebih siap dan sadar akan tanggung jawab mereka.
Kedua, meningkatkan koordinasi antara instansi dan Satpol PP dalam mengatur kehadiran ASN. Dengan sistem yang lebih ketat, setiap pegawai bisa lebih disiplin dalam mengikuti acara resmi.
Ketiga, memperkuat budaya disiplin dan tanggung jawab di kalangan ASN. Dengan membangun kesadaran bahwa setiap tindakan mereka memiliki dampak terhadap citra dan kinerja pemerintahan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kejadian seperti yang terjadi dalam upacara Hari Pahlawan kali ini tidak terulang kembali.