
Kebijakan AAJI untuk Mempermudah Klaim Asuransi Jiwa Pasca Banjir di Sumatera
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh perusahaan asuransi jiwa anggota. Tujuannya adalah untuk mempermudah proses pengajuan klaim asuransi jiwa bagi korban banjir yang terjadi di wilayah Sumatera. Wilayah yang terdampak meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi para pemegang polis yang terkena dampak bencana. Banyak dokumen penting yang mungkin rusak atau hilang akibat banjir. Oleh karena itu, AAJI menyarankan agar perusahaan anggota memberikan solusi yang lebih fleksibel dalam menyelesaikan proses klaim.
"Kami tidak bisa memaksa, tapi kami mengimbau kepada anggota AAJI supaya mencari solusi yang terbaik," ujar Budi saat konferensi pers di kantor AAJI pada Senin, 8 Desember 2025. Surat edaran tersebut juga telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan guna memastikan keselarasan dengan regulasi yang berlaku.
AAJI mengajak 56 perusahaan anggota untuk bersikap proaktif dalam menangani klaim asuransi jiwa. Perusahaan diminta tidak hanya menunggu pengajuan dari pemegang polis, tetapi juga aktif mencari tahu pihak-pihak yang berhak menerima manfaat.
Budi menekankan bahwa klaim asuransi jiwa sangat penting bagi keluarga yang menjadi ahli waris. Terlebih jika pemegang polis merupakan tulang punggung keluarga dan meninggal akibat bencana. "Meskipun kerugian emosional tetap ada, kerugian finansial bisa kita batasi," jelasnya.
Selain itu, asuransi jiwa juga berperan dalam memulihkan perekonomian keluarga. Bagi keluarga yang bergerak di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah, bantuan dari asuransi bisa menjadi langkah awal untuk bangkit kembali setelah bencana. Berbeda dengan industri besar yang cenderung lebih cepat pulih pasca musibah.
"Jika ada proteksi asuransi, diharapkan bisa membantu memulai babak baru kehidupan setelah banjir," kata Budi.
Saat ini, perusahaan anggota AAJI masih melakukan perhitungan jumlah penerima manfaat dari bencana banjir di Sumatera. Namun, estimasi sementara menyebutkan bahwa total biaya yang akan dicairkan mencapai Rp 50 hingga 100 miliar rupiah. Dana tersebut akan dibagikan sesuai ketentuan polis yang berlaku.
Banjir dan longsor yang terjadi di tiga provinsi tersebut sudah berlangsung sejak akhir November lalu. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tewas sebanyak 961 orang per hari ini. Selain itu, tercatat lima ribu korban luka dan 293 orang masih dalam status hilang.