
Peran Asosiasi E-Commerce dalam Pengaturan Biaya Admin Seller
Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) bekerja sama dengan pemerintah untuk memantau dan mengoordinasikan besaran biaya admin seller di berbagai platform e-commerce. Tujuannya adalah agar biaya tersebut tidak memberatkan para penjual kecil. Ketua Umum idEA, Hilmi Adrianto, menjelaskan bahwa setiap e-commerce memiliki pertimbangan bisnis masing-masing saat menyesuaikan besaran biaya admin seller atau penjual.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
βSetiap marketplace pastinya memiliki perhitungan sendiri. Tujuannya, untuk mencapai bisnis yang berkelanjutan,β ujar Hilmi saat ditemui di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa (9/12).
Ia menambahkan bahwa hal ini tetap dibahas bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM untuk memastikan proses ini tidak merugikan UMKM.
Penyesuaian Biaya Admin Seller oleh Shopee
Salah satu anggota idEA, Shopee, berencana menaikkan biaya admin seller mulai Januari 2026. Berikut rinciannya:
- Penjual Non-star dan Star/Star+
- Kategori Fashion: 4,25% β 9%
- Kategori FMCG: 6,5% β 10%
- Kategori Elektronik: 5,25% β 10%
- Kategori Lifestyle: 2,5% β 10%
-
Kategori Lainnya: 8,25% β 9,5%
-
Penjual Shopee Mall
- Kategori Fashion: 3,2% β 11,7%
- Kategori FMCG: 6,2% β 11,7%
- Kategori Elektronik: 4,2% β 10,2%
- Kategori Lifestyle: 2,5% β 11,7%
- Kategori Lainnya: 7,2% β 7,7%
Shopee memberikan catatan bahwa biaya administrasi itu tidak dikenakan pada ongkos kirim dan diskon produk dan/atau voucer potongan harga yang ditanggung oleh penjual. Selain itu, biaya administrasi itu belum termasuk biaya proses pesanan Rp 1.250 per transaksi yang selesai, serta biaya layanan program gratis ongkir Xtra dan/atau promo Xtra.
Di samping pengenaan biaya, Shopee memberikan sejumlah benefit kepada para penjual, termasuk tambahan diskon, fitur AI, fitur coba dulu khusus untuk kategori fashion, perluasan visibilitas dan eksposur lewat fitur video, live streaming dan affiliate.
Shopee juga menggelar beberapa program, misalnya Shopee pilih lokal untuk mendukung pedagang kategori UMKM. Ada juga laman flash sahel, voucer dan promosi Shopee untuk memperluas pemajanan produk. Kategori penjual juga dibuat bertingkat, disesuaikan dengan keuntungan yang akan didapatkan oleh seller.
Perubahan Biaya Admin Seller oleh Tokopedia
Tokopedia juga menaikkan biaya admin seller kategori Mall sejak 1 Oktober. Komisi baru untuk kategori elektronik kini menjadi 2,5%β10,2%, fashion 3,2%β10,2%, FMCG 2,5%β9,7%, dan lifestyle 2,5%β10,2%. Seller non-Mall dikenakan komisi platform 6,97% dengan pengecualian beberapa kategori. Tokopedia juga menambahkan biaya layanan pre-order untuk produk tertentu.
Tokopedia menyatakan kebijakan itu diperlukan untuk mendukung pengembangan fitur, peningkatan layanan, serta pendanaan kampanye pemasaran di platform.
Kebijakan Serupa dari Platform Lain
Pada Juli, Shopee, Tokopedia dan TikTok Shop, hingga Lazada juga kompak menerapkan biaya layanan kepada penjual sebesar Rp 1.250 per transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa penyesuaian biaya admin seller semakin umum di kalangan platform e-commerce.