
Peran Asosiasi Pengisi Suara Indonesia dalam Mengembangkan Industri Kreatif
Sebagai wadah kolaborasi dan penguatan profesi di sektor industri suara nasional, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) menyambut baik pembentukan Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia). Inisiatif ini menandai langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia di industri kreatif berbasis suara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pembentukan Aspesnesia diumumkan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar dalam acara penutupan kompetisi isi suara Wonder Voice of Indonesia (WVI) 2025 di Jakarta. Ia menekankan bahwa potensi Indonesia di bidang suara sangat besar, dengan banyak talenta yang memiliki kemampuan luar biasa. Menurutnya, komunitas perlu berkumpul untuk saling mendukung dan mengembangkan industri secara bersama-sama.
"Potensi Indonesia itu banyak sekali pada bidang suara, banyak suara-suara emasnya. Kita ingin komunitas harus berkumpul. Ada asosiasi sekarang, mari kita berjalan bersama, jangan berjalan sendiri-sendiri," ujar Irene.
Asosiasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyatukan potensi besar talenta suara Indonesia yang selama ini tersebar di berbagai komunitas. Dengan adanya Aspesnesia, Indonesia siap memperkuat posisi di industri kreatif berbasis suara. "Kita juga sudah mengaktifkan Asosiasi Pengisi Suara Indonesia. Ini artinya Indonesia sudah siap untuk bersatu, supaya suara Indonesia bukan hanya go national, tapi go international," tambah Wamenekraf.
Inisiatif dari Pelaku Industri Sendiri
Pendiri Voice Institute Indonesia (VII), Bimo Kusumo, menjelaskan bahwa inisiatif pembentukan asosiasi ini berasal dari para pelaku industri sendiri. VII tidak menjadi asosiasi, tetapi termasuk yang menginisiasi pembentukan Aspesnesia. Tujuannya adalah agar industri ini tidak eksklusif lagi, tetapi lebih inklusif dan mampu membentuk komunitas-komunitas voice over di seluruh Indonesia.
"Aspesnesia diharapkan dapat menjadi wadah resmi bagi para pengisi suara, pelatih, studio audio, serta lembaga pendidikan untuk berjejaring dan membangun standar kerja profesional di bidang voice over (pengisi suara)."
Dengan dukungan Kemenekraf, asosiasi ini direncanakan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat rantai nilai industri kreatif berbasis audio yang tengah berkembang pesat. Industri ini mencakup sektor gim, podcast, audiobook, film, animasi, hingga layanan voice assistant.
Program Wonder Voice of Indonesia 2025
Inisiasi pembentukan Aspesnesia diumumkan bersamaan dengan penutupan program tahunan Wonder Voice of Indonesia 2025, ajang pencarian dan pembinaan talenta suara hasil kolaborasi Kemenparekraf dengan Voice Institute Indonesia.
Tahun ini, WVI mencatat rekor 7.200 pendaftar dari berbagai daerah, dengan 20 finalis terbaik mengikuti pelatihan intensif di Jakarta. Program ini telah menjangkau lebih dari dua juta audiens daring dan melahirkan komunitas Voice People di tujuh kota besar sejak 2022.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Dengan langkah inisiasi Aspesnesia, pemerintah berharap industri pengisi suara nasional dapat tumbuh lebih inklusif, profesional, dan siap menembus pasar internasional. Asosiasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk memajukan sektor ekonomi kreatif Indonesia, khususnya di bidang suara. Dengan kolaborasi yang lebih erat antara pelaku industri, pemerintah, dan komunitas, Indonesia akan semakin dikenal di kancah global.