
Penurunan Dividen Final ASII untuk Tahun Buku 2025
PT Astra International Tbk (ASII) mengusulkan nilai dividen final untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 292 per saham. Rencana ini akan disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang akan diadakan pada April. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan laba dividen final yang diberikan ASII kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2024 senilai Rp 308 per saham.
Jika dijumlahkan dengan nilai dividen interim yang telah perseroan bayarkan pada 31 Oktober 2025 sebesar Rp 98 per saham, maka total dividen yang dibagikan ASII kepada investornya untuk tahun buku 2025 mencapai Rp 390 per saham. Jumlah tersebut setara dengan rasio payout dividen sebesar 48% secara tahunan atau year on year (yoy) terhadap laba bersih perseroan pada tahun buku 2025.
Laba Bersih ASII Menurun
Laba bersih Astra (ASII) mengalami penurunan menjadi Rp 32,76 triliun, tertekan oleh pasar mobil yang lesu. Torehan ini menyusut sebesar 3,36% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 33,90 triliun. Alhasil, laba per saham perseroan turun 3% menjadi Rp 810 dari Rp 837 per lembar pada periode sebelumnya.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro mengatakan bahwa penurunan laba terutama disebabkan oleh melemahnya harga batu bara dan lesunya pasar mobil baru. “Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” ujar dia dalam keterangan pers yang dikutip Jumat (27/2).
Kinerja Keuangan ASII pada Tahun 2025
Berdasarkan laporan keuangan ASII hingga periode 31 Desember 2025, pendapatan bersih tercatat turun 1,54% menjadi Rp 323,39 triliun dari Rp 328,48 triliun. Penurunan terutama berasal dari berkurangnya kontribusi bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara serta penjualan mobil baru. Kinerja ini sebagian diimbangi oleh pertumbuhan pada bisnis pertambangan emas, jasa keuangan, dan sepeda motor.
Laba bersih ASII pada 2025 berasal dari beberapa divisi, antara lain:
- Divisi otomotif dan mobilitas: Rp 11,36 triliun
- Jasa keuangan: Rp 8,95 triliun
- Alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi: Rp 9,09 triliun
- Infrastruktur: Rp 1,25 triliun
- Agribisnis: Rp 1,17 triliun
- Properti: Rp 719 miliar
- Teknologi informasi: Rp 208 miliar
Perkembangan Aset dan Kas Perseroan
Nilai aset bersih per saham meningkat 8% menjadi Rp 5.692. Sementara itu, kas bersih di luar anak usaha jasa keuangan mencapai Rp 7,2 triliun, turun dari Rp 8 triliun pada 2024. Utang bersih anak usaha jasa keuangan naik menjadi Rp 64,9 triliun dari sebelumnya Rp 60,2 triliun.
Kesimpulan
Meskipun menghadapi tantangan seperti penurunan laba dan penurunan pendapatan, Astra International Tbk tetap menunjukkan ketahanan dalam operasional bisnisnya. Dengan strategi yang diambil, perusahaan berharap dapat memulihkan kinerja keuangan di masa mendatang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar