
PT Astra International Tbk. (ASII) mengusulkan pembagian dividen final untuk tahun buku 2025 sebesar Rp292 per saham. Pengusulan ini dilakukan setelah perseroan mencatatkan penurunan laba yang diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih sebesar 3,34% secara year-on-year (YoY) dari Rp33,9 triliun pada 2024 menjadi Rp32,76 triliun pada 2025.
Pendapatan bersih Astra pada 2025 mencapai Rp323,39 triliun, turun 1,54% dibandingkan pendapatan pada 2024 yang sebesar Rp328,48 triliun. Hal ini berdampak pada penurunan laba per saham ASII dari Rp837 pada 2024 menjadi Rp810 pada akhir 2025.
“Dividen final diusulkan sebesar Rp292 per saham,” tulis manajemen Astra dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Dibandingkan dengan dividen final tahun buku sebelumnya, jumlah ini lebih rendah. Dividen final untuk tahun buku 2025 lebih kecil dibandingkan dividen final tahun buku 2024 sebesar Rp308 per saham, tahun buku 2023 sebesar Rp421 per saham, dan tahun buku 2022 sebesar Rp552 per saham.
Usulan dividen final tersebut akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada April 2026. Selain itu, dividen interim sebesar Rp98 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2025 akan ditambahkan, sehingga total dividen yang diusulkan untuk tahun 2025 mencapai Rp390 per saham. Angka ini setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 48% dari laba bersih ASII.
Penyebab Penurunan Kinerja
Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International, menjelaskan penyebab terjadinya kontraksi kinerja perseroan pada 2025. Menurutnya, penurunan laba grup terjadi karena harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis tetap resilien karena kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya.
Meski kondisi operasional beberapa bisnis ASII masih menantang, Djony optimistis bahwa sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik. “Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Program Share Buyback
Pada perkembangan lain, Astra telah menyelesaikan program share buyback dengan nilai Rp2 triliun pada Januari 2026. Selanjutnya, Astra melakukan program share buyback tahap kedua, yang telah diselesaikan pada 25 Februari 2026, dengan nilai keseluruhan Rp685 miliar.
Program ini dilakukan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. “Program-program ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek grup dan kemampuannya dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan, serta mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal,” jelasnya.
Riwayat Dividen ASII Tahun Buku 2019–2025
Berikut adalah riwayat dividen ASII dari tahun 2019 hingga 2025:
- 2025: Dividen Interim Rp98, Dividen Final (usulan) Rp292
- 2024: Dividen Interim Rp98, Dividen Final Rp308
- 2023: Dividen Interim Rp98, Dividen Final Rp421
- 2022: Dividen Interim Rp88, Dividen Final Rp552
- 2021: Dividen Interim Rp45, Dividen Final Rp194
- 2020: Dividen Interim Rp27, Dividen Final Rp87
- 2019: Dividen Interim Rp57, Dividen Final Rp157
Disclaimer
Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar