
Peristiwa Hujan Deras dan Angin Kencang di Taman Villa Meruya
Pada hari Minggu sore, kawasan Kembangan, Jakarta Barat, dilanda hujan deras disertai angin kencang. Kejadian ini menyebabkan atap lapangan padel dan tenis di Taman Villa Meruya ambruk. Meskipun kejadian tersebut sempat membuat panik para pemain dan penonton turnamen, beruntung tidak ada korban jiwa.
“Awal mula kejadian ketika hujan deras disertai angin kencang menerjang atap lapangan, sehingga atap itu pun terhempas,” ujar Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, melalui pesan singkat, Minggu (26/10).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Atap yang menaungi enam bidang lapangan itu roboh seketika. Namun, para pemain segera mengevakuasi diri sebelum bagian atap runtuh sepenuhnya.
“Nihil korban jiwa atau luka. Kerusakan di enam lapangan. Karyawan langsung memanggil pihak kepolisian,” tambah Uus.
Salah satu penonton, Aliyah (48), warga Cinere, masih mengingat jelas detik-detik mencekam itu.
“Kebetulan lagi hujan. Awalnya kirain aman aja, tapi air udah mulai netes-netes dari atap,” kisahnya.
Beberapa menit kemudian, hujan semakin deras, disertai angin yang mengguncang seluruh struktur atap.
“Anginnya kenceng banget. Tiba-tiba brak! ambruk semua. Kita langsung lari, amanin diri sama barang-barang. Alhamdulillah, semua selamat,” ujarnya lega.
Penjelasan Pemilik Lapangan
Pemilik Anwa Racquet Club, Wawa Lukman, membantah jika ambruknya atap lapangan disebabkan oleh kelalaian pihak pengelola.
“Ini murni musibah, bukan karena kesalahan teknis. Hujannya besar sekali, disertai angin yang kencang,” kata Wawa di lokasi kejadian.
Ia memastikan seluruh pemain dan penonton sudah dievakuasi sesaat setelah kejadian.
“Begitu atap jatuh, langsung kami tutup. Tidak boleh ada yang masuk. Setelah agak tenang baru kami keluarkan barang-barang,” jelasnya.
Menurut Wawa, lapangan padel yang baru dibuka empat bulan lalu itu sudah memiliki izin resmi operasional dan kerap digunakan untuk turnamen berskala nasional.
“Tempat ini berizin, dan kami selalu menjaga standar keamanan. Tapi cuaca kemarin di luar dugaan,” ujarnya.
Proses Investigasi dan Perbaikan
Untuk sementara, seluruh kegiatan di lapangan tersebut ditutup sampai proses investigasi selesai.
“Kami akan perbaiki lebih kuat lagi. Sekarang masih proses pemeriksaan polisi, tapi kami bertanggung jawab penuh,” tegas Wawa.
Soal kerugian, ia enggan menyebut angka.
“Nilainya besar karena bangunannya juga mahal. Tapi yang penting tidak ada korban jiwa. Uang bisa dicari, nyawa tidak,” ujarnya.
Wawa juga berterima kasih kepada panitia turnamen The Prime Open Tournament yang bersikap tenang menghadapi musibah tersebut.
“Mereka luar biasa. Tetap kooperatif dan tidak memperkeruh suasana. Kami sangat menghargai itu,” tutupnya.