
Atap Ruang Kelas SDN II Jatigreges Ambruk, Tidak Ada Korban Jiwa
Pada hari Jumat (24/10/2025) sekitar pukul 07.49 WIB, atap satu ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Jatigreges, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, tiba-tiba ambruk. Kejadian ini terjadi saat siswa dan guru sedang berada di luar ruangan kelas, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka yang terjadi.
Kepala SDN II Jatigreges, Pujianto, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi di ruang kelas 4. Menurutnya, kondisi atap ruang kelas tersebut memang sudah dalam keadaan memprihatinkan. Ia menyebutkan bahwa saat peristiwa terjadi, seluruh siswa sedang melakukan kegiatan bersih-bersih di area luar kelas.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Siswa kelas 4 yang jumlahnya enam orang, berada di luar kelas sambil membersihkan halaman sekolah. Hal ini menjadi alasan utama mengapa tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian ini.
Menurut Pujianto, dua siswa sempat merasakan tanda-tanda atap akan ambruk. Mereka mendengar suara seperti patahan rangka atap ketika berada di dalam kelas untuk mengambil perlengkapan. Mendengar suara tersebut, kedua siswa langsung keluar dari kelas dan menuju ruang guru. Mereka melaporkan adanya masalah pada struktur atap kelas.
Para guru kemudian mengecek ruang kelas 4. Tak lama setelah dicek, atap ruang kelas tersebut tiba-tiba ambruk.
Penyebab dan Tindakan yang Dilakukan
Meski kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, situasi ini menunjukkan bahwa kondisi bangunan sekolah membutuhkan perhatian lebih. Pujianto mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah menyadari kondisi atap yang tidak stabil sebelum kejadian tersebut terjadi. Namun, karena kondisi darurat yang muncul secara tiba-tiba, tindakan pencegahan lebih lanjut sulit dilakukan.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi pihak sekolah dan pemerintah setempat untuk segera melakukan inspeksi dan perbaikan terhadap bangunan-bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.
- Siswa dan guru yang berada di luar kelas berhasil selamat.
- Dua siswa memberi peringatan dini tentang kondisi atap yang tidak stabil.
- Guru segera mengecek ruang kelas setelah menerima laporan dari siswa.
Langkah Selanjutnya
Setelah kejadian ini, pihak sekolah berencana untuk segera melakukan evaluasi terhadap seluruh bangunan sekolah. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Selain itu, pihak sekolah juga akan mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki struktur bangunan yang rusak. Proses perbaikan ini diharapkan bisa segera dilakukan agar aktivitas belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
Kejadian ini juga menjadi peringatan penting bagi semua pihak yang terkait dengan pengelolaan sekolah. Pentingnya pemeliharaan infrastruktur sekolah harus terus diperhatikan, terlebih jika bangunan tersebut digunakan oleh banyak siswa dan guru setiap hari.