Atlet Arung Jeram Menginap di Rumah Warga Dawung, 30 Orang dalam Satu Rumah

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 9x dilihat
Atlet Arung Jeram Menginap di Rumah Warga Dawung, 30 Orang dalam Satu Rumah

Penginapan Atlet Arung Jeram di Dusun Dawung

Di tengah kegiatan Babak Kualifikasi Arung Jeram Porprov Jawa Tengah 2025, suara adzan Maghrib terdengar di Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Di depan sebuah rumah, terdapat satu perahu dan spanduk besar yang menunjukkan bahwa tempat tersebut menjadi salah satu lokasi penginapan untuk para atlet.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beberapa orang sedang melaksanakan shalat Maghrib dan kemudian berbaris rapi untuk mengambil makanan. Mereka adalah kontingen atlet dari Kabupaten Purbalingga yang akan bertanding dalam babak kualifikasi ini. Rumah tersebut menjadi salah satu home stay yang disediakan untuk para atlet.

Kepala Dusun Dawung, Zamroni, menjelaskan bahwa seluruh atlet dan official dari Babak Kualifikasi Arung Jeram Porprov Jawa Tengah 2025 menginap di rumah warga sekitar Pesona Garda, lokasi pertandingan arung jeram. "Satu rumah bisa ditempati 20 hingga 30 orang, tergantung jumlah kontingen," ujarnya.

Zamroni menyebutkan bahwa ada total 28 rumah yang digunakan sebagai penginapan oleh para atlet dari berbagai daerah. Ada dua kategori penginapan, yakni privat dan publik. "Rumah privat biasanya untuk atlet perempuan, sementara yang publik berada di ruang tengah," jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa rumah warga di Dusun Dawung umumnya cukup besar, sehingga dapat menampung banyak tamu. "Jika tidak cukup, bisa menggunakan rumah tetangga," tambahnya.

Awalnya, Zamroni mengakui kesulitan dalam menyediakan penginapan bagi para atlet. "Menerima tamu dalam jumlah besar adalah pengalaman pertama bagi kami sebagai tuan rumah babak kualifikasi Porprov Jateng 2025," ujarnya.

Menurut Zamroni, jika jumlah tamu di bawah 10 orang, mereka masih bisa mencari home stay. Namun, jika melebihi 100 orang, mereka merasa kesulitan. "Ini jadi awal, ke depannya kami sudah siap memiliki home stay untuk wisatawan, ternyata pemberdayaan dan pemasukan ekonomi juga luar biasa," kata Zamroni.

Dusun Dawung terdiri dari 265 KK dengan 28 rumah yang digunakan sebagai penginapan. Selain sebagai tempat menginap, warga juga menyediakan konsumsi untuk para atlet. Awalnya, Zamroni sempat pesimistis bisa memenuhi kebutuhan para atlet. Namun, ternyata warga bisa mencukupi dengan standar yang layak.

"Kami juga memilih rumah yang dekat dengan venue, harganya Rp 250.000 per hari. Ada yang memesan selama tujuh hari, ada kontingen yang datang lima hari sebelum pertandingan," paparnya.

Setelah melayani para tamu dari kalangan atlet, warga mengaku senang dan antusias. "Awalnya memang canggung karena pengalaman pertama melayani tamu dalam jumlah banyak, namun kemudian suasana cair setelah ngobrol dan beberapa hari bersama," ujarnya.

"Atlet pun merasa senang karena lokasi menginap dekat dengan venue. Kalau di luar wilayah Dawung, penginapan paling dekat itu di Salatiga dan Bandungan, yang juga masih terlalu jauh," kata Zamroni.

Bagi warga Dawung, kehadiran para tamu dalam jumlah besar memberikan pemasukan ekonomi. "Ini kan ada peluang ekonomi, semoga bermanfaat untuk warga, termasuk mengangkat potensi wisata Pesona Garda," paparnya.

Diketahui, sebanyak 310 atlet arung jeram dari 17 daerah akan bertarung dalam Babak Kualifikasi Porprov Jawa Tengah 2025 di Pesona Garda, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.

Ketua Panitia Babak Kualifikasi Arung Jeram Porprov Jawa Tengah 2025, Bagus Suryokusumo, mengatakan bahwa para atlet dan official yang bertanding di babak kualifikasi seluruhnya menginap di rumah warga yang berada di area Pesona Garda. "Ini untuk memudahkan para atlet dan official, mendekatkan dengan venue pertandingan," ujarnya.

Selain itu, Bagus berharap setiap even atau pertandingan ini tidak hanya sekadar soal prestasi atlet, tapi juga bisa memberi manfaat kepada masyarakat. "Tak hanya dari segi penginapan, tapi juga dari konsumsi, laundry, dan UMKM. Termasuk juga mempromosikan wisata di Pesona Garda," kata dia.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan