
UNGARAN, aiotrade
Adzan Maghrib terdengar di Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Senin (20/10/2025).
Di depan sebuah rumah, terdapat satu perahu dan terpasang spanduk berukuran cukup besar.
Beberapa orang menunaikan shalat Maghrib dan selanjutnya mereka berbaris rapi mengambil makanan.
Mereka adalah kontingen atlet asal Kabupaten Purbalingga yang akan bertanding dalam Babak Kualifikasi Arung Jeram Porprov Jawa Tengah 2025 pada 21-25 Oktober 2025.
Rumah tersebut menjadi salah satu home stay yang ditempati oleh atlet arung jeram.
Persiapan Penginapan untuk Atlet Arung Jeram
Kepala Dusun Dawung, Zamroni, menjelaskan bahwa seluruh atlet dan official Babak Kualifikasi Arung Jeram Porprov Jawa Tengah 2025 menginap di rumah warga di sekitar Pesona Garda, lokasi pertandingan arung jeram.
"Satu rumah itu ditempati 20 sampai 30 orang, tergantung jumlah kontingen," ungkapnya, Senin (20/10/2025).
Zamroni menjelaskan ada 28 rumah yang ditempati para atlet dari berbagai daerah.
"Rumah yang ditempati atlet itu ada dua kategori, yakni privat dan publik. Kalau yang privat itu di kamar, biasanya untuk yang perempuan, dan yang publik di ruang tengah," ujarnya.
"Rumah warga di sini kan kebanyakan ukurannya lumayan besar, jadi cukup untuk menampung tamu. Kalau kurang, bisa di rumah sebelahnya," kata Zamroni.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tantangan Awal dalam Menyediakan Penginapan
Zamroni mengakui awalnya kesulitan untuk menyediakan rumah menginap bagi atlet.
Menerima tamu dalam jumlah besar adalah pengalaman pertama bagi mereka sebagai tuan rumah babak kualifikasi Porprov Jateng 2025.
"Kalau di bawah 10 orang kami masih bisa mencarikan homestay, tapi kalau di atas 100, kami kesulitan. Ini jadi permulaan, ke depannya sudah siap ada homestay untuk wisatawan, ternyata pemberdayaan dan pemasukan ekonomi juga luar biasa," katanya.
Fasilitas Penginapan dan Konsumsi
Menurut Zamroni, di Dusun Dawung terdapat 265 KK dengan 28 rumah yang ditempati para atlet.
Tak hanya sebagai tempat menginap, tuan rumah juga menyediakan konsumsi untuk atlet.
Dia mengakui awalnya sempat pesimistis bisa memenuhi kebutuhan para atlet.
Namun, ternyata warga bisa mencukupi dengan standar yang layak.
"Kami juga memilih rumah yang dekat dengan venue, harganya Rp 250.000 per hari. Ada yang pesan selama tujuh hari, ada kontingen yang datang lima hari sebelum pertandingan," paparnya.
Pengalaman Baru dan Antusiasme Warga
Setelah melayani para tamu dari kalangan atlet, warga mengaku senang dan antusias.
"Awalnya memang canggung karena pengalaman pertama melayani tamu dalam jumlah banyak, namun kemudian suasana cair setelah ngobrol dan beberapa hari bersama," ujarnya.
"Atlet pun merasa senang karena lokasi menginap dekat dengan venue. Kalau di luar wilayah Dawung, penginapan paling dekat itu di Salatiga dan Bandungan, yang juga masih terlalu jauh," kata Zamroni.
Manfaat Ekonomi dan Wisata
Bagi warga Dawung, kehadiran para tamu dalam jumlah banyak memberikan pemasukan.
"Jadi ini kan ada peluang ekonomi, semoga bermanfaat untuk warga, termasuk mengangkat potensi wisata Pesona Garda," paparnya.
Peran Penginapan dalam Pertandingan
Diberitakan, sebanyak 310 atlet arung jeram dari 17 daerah akan bertarung dalam Babak Kualifikasi Porprov Jawa Tengah 2025 di Pesona Garda, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Ketua Panitia Babak Kualifikasi Arung Jeram Porprov Jawa Tengah 2025, Bagus Suryokusumo, mengatakan para atlet dan official yang bertanding di babak kualifikasi seluruhnya menginap di rumah warga yang berada di area Pesona Garda.
"Ini untuk memudahkan para atlet dan official, mendekatkan dengan venue pertandingan," ujarnya.
"Selain itu, kami berharap setiap even atau pertandingan ini tidak hanya sekadar soal prestasi atlet, tapi juga bisa memberi manfaat kepada masyarakat," kata Bagus.
Dampak Ekonomi Langsung
Menurut Bagus, dengan para atlet menginap di rumah warga, maka turut menggerakkan perekonomian secara langsung.
"Tak hanya dari segi penginapan, tapi juga dari konsumsi, laundry, dan UMKM. Termasuk juga mempromosikan wisata di Pesona Garda," kata dia.