
Regulasi ETF Emas Akan Terbit Pada Kuartal Pertama 2026
Regulasi mengenai Exchange Traded Fund (ETF) emas akan segera terbit pada kuartal pertama tahun 2026. Seiring dengan penantian terhadap aturan tersebut, sejumlah manajer investasi sedang mempersiapkan layanan investasi ETF emas.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan bahwa aturan berupa Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang ETF emas diharapkan akan terbit pada kuartal pertama tahun 2026. “Iya benar kelihatannya kuartal 1 (2026) ya,” ujar Inarno kepada aiotrade, Rabu (10/12/2025).
Salah satu perusahaan yang tengah mempersiapkan peluncuran ETF emas adalah PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI). Perusahaan ini menargetkan peluncuran Reksadana Bursa (RDB) Syariah berbasis emas atau ETF emas pada tahun depan.
Produk ini menggunakan emas fisik murni yang tersimpan di Bullion Bank dan memenuhi prinsip syariah sesuai Fatwa DSN MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.
Direktur Mandiri Investasi, Ernawan Rahmat Salimsyah, menjelaskan bahwa RDB Emas Syariah dirancang untuk efisiensi, transparansi, dan mengikuti dinamika harga emas domestik maupun global dengan biaya per unit penyertaan yang kompetitif.
“RDB Emas Syariah ini menjadi solusi investasi modern dibandingkan menyimpan emas fisik. Produk ini mudah ditransaksikan, transparan, dan relevan bagi investor yang mencari instrumen safe haven atau diversifikasi portofolio,” kata Ernawan, Selasa (9/12/2025).
Selain MMI, BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) juga tengah menyiapkan ETF emas melalui kolaborasi dengan Pegadaian, CIMB Niaga, dan Mandiri Sekuritas.
Dalam kerja sama ini, BRI-MI bertindak sebagai manajer investasi, Pegadaian sebagai penyedia dan kustodian emas, CIMB Niaga sebagai bank kustodian, serta Mandiri Sekuritas sebagai dealer partisipan.
Kolaborasi ini membentuk rantai layanan investasi emas terintegrasi, mulai dari penyediaan, penyimpanan, hingga mekanisme perdagangan di pasar modal.
“ETF emas memberikan pilihan baru bagi investor untuk mendapatkan eksposur atas emas melalui mekanisme bursa,” kata Direktur Utama BRI-MI, Tina Meilina.
Persiapan dan Kolaborasi dalam Peluncuran ETF Emas
Beberapa manajer investasi telah memulai persiapan mereka untuk meluncurkan ETF emas. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap inovasi investasi yang dapat memberikan keuntungan lebih besar bagi para investor.
PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) tidak hanya fokus pada pengembangan produk ETF emas, tetapi juga berkomitmen untuk memastikan bahwa produk tersebut memenuhi standar syariah dan transparansi. Ini penting karena banyak investor Muslim di Indonesia yang mencari alternatif investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama mereka.
Sementara itu, BRI-MI bekerja sama dengan beberapa institusi ternama untuk membangun infrastruktur yang kuat dalam peluncuran ETF emas. Kerja sama ini melibatkan Pegadaian sebagai penyedia emas, CIMB Niaga sebagai bank kustodian, dan Mandiri Sekuritas sebagai dealer partisipan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan proses investasi emas menjadi lebih efisien dan aman.
Keuntungan dari ETF Emas
ETF emas menawarkan berbagai keuntungan bagi para investor. Salah satunya adalah kemudahan dalam transaksi. Investor dapat membeli atau menjual saham ETF emas melalui pasar modal, sehingga tidak perlu repot dalam menyimpan emas fisik.
Selain itu, ETF emas juga menawarkan transparansi yang tinggi. Harga emas yang diperdagangkan di pasar bursa bisa diakses secara real-time oleh investor, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan investasi yang lebih cepat dan akurat.
Investor juga dapat memperoleh eksposur terhadap emas tanpa harus menyimpan emas fisik. Hal ini sangat berguna bagi mereka yang ingin memiliki portofolio yang lebih beragam dan mengurangi risiko terhadap fluktuasi harga emas.
Tantangan dan Prospek Masa Depan
Meskipun ada potensi besar dalam pengembangan ETF emas, beberapa tantangan juga perlu dihadapi. Salah satunya adalah memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam proses pengelolaan emas mematuhi regulasi dan standar yang berlaku.
Selain itu, edukasi kepada investor juga menjadi hal penting. Banyak investor masih kurang memahami cara kerja ETF dan manfaatnya. Oleh karena itu, perlu adanya kampanye edukasi yang dilakukan oleh lembaga keuangan dan otoritas terkait.
Dengan regulasi yang akan segera terbit, diharapkan ETF emas dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang populer di pasar modal Indonesia. Ini akan memberikan alternatif investasi yang lebih beragam dan meningkatkan daya tarik pasar modal bagi para investor.