Awal Mula FN Dibully hingga Ledakan SMAN 72, Bawa 7 Bahan, 3 Tidak Meledak

admin.aiotrade 10 Nov 2025 4 menit 18x dilihat
Awal Mula FN Dibully hingga Ledakan SMAN 72, Bawa 7 Bahan, 3 Tidak Meledak

Awal Mula FN yang Diduga Jadi Korban Perundungan di Sekolah

Awal mula peristiwa yang mengejutkan di SMAN 72 Jakarta, di mana FN diduga menjadi pelaku ledakan, mulai terungkap melalui keterangan dari teman-temannya. FN awalnya dikenal sebagai sosok yang ceria dan pandai bergaul. Namun, seiring berjalannya waktu, keceriaannya berubah menjadi ketenangan yang mengkhawatirkan.

Di SMA, FN mulai menjadi sosok yang pendiam. Hal ini disampaikan oleh K, seorang adik kelas yang mengenal FN sejak masa taman kanak-kanak. Menurut K, FN dulu adalah teman yang seru dan suka bermain bersama. Namun, setelah masuk SMA, sikapnya berubah. Ia lebih tertutup dan jarang berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Perubahan perilaku FN juga diketahui oleh Ketua RT tempat ia tinggal. Dulu, FN dikenal sebagai anak yang ramah dan sering membawa teman-temannya ke rumah untuk belajar. Namun, setelah masuk SMA, ia mulai lebih tertutup dan jarang keluar rumah. Bahkan, ia tidak pernah menyapa pemilik rumah atau menunjukkan tata krama yang baik.

Tanda-Tanda Mencurigakan Sebelum Ledakan

Beberapa hari sebelum peristiwa ledakan terjadi, ada tanda-tanda yang mencurigakan. Salah satu siswa yang merupakan adik kelas FN, berinisial K, sempat mencurigai gelagat aneh dari sang senior. Dalam keterangannya, K mengungkap bahwa FN pernah bertanya tentang jadwal acara Bulan Bahasa di sekolah. Pertanyaan itu membuat K heran, karena sebelumnya FN tidak terlihat tertarik dengan kegiatan sekolah.

Kini, setelah ledakan terjadi, percakapan singkat tersebut menjadi petunjuk penting dalam mengungkap motif dan rencana FN sebelum melancarkan aksinya. K menyebut bahwa FN bertanya dua kali soal tanggal acara tersebut, meskipun ia sendiri tidak memikirkan apa-apa saat itu.

Dari pengakuan FA, seorang siswa lain, FN sengaja melakukan aksi peledakan pada momen sholat Jumat. Meski FN sedang libur, ia datang ke sekolah dan terekam CCTV membawa tas yang diduga berisi bahan peledak. Menurut FA, FN ingin membalaskan dendam atas bullying yang dialaminya.

Motif Ledakan Masih Dalam Penyelidikan

Pihak kepolisian masih mendalami motif FN yang diduga menjadi pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, menyatakan bahwa penyelidikan motif masih dilakukan. Termasuk, informasi yang beredar bahwa FN diduga melakukan peledakan karena adanya perundungan atau bullying.

“Masih dilakukan pendalaman terhadap motif apakah yang bersangkutan korban bullying, masih kita dalami,” ujar Bhudi.

Bawa 7 Bahan Peledak, 3 Tidak Meledak

Terduga pelaku disebut membawa tujuh bahan peledak dalam peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta. AKBP Mayndra Eka Wardhana, Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, menyatakan bahwa empat dari tujuh bahan peledak tersebut meledak di dua lokasi. Sementara tiga lainnya tidak meledak dan telah disita pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Latar Belakang FN

Setelah mengetahui latar belakang FN, polisi melakukan penggeledahan di rumahnya. Rumah FN terletak di kawasan perumahan elit, namun hidupnya tergolong sederhana. FN tinggal bersama orang tuanya di sebuah rumah usaha kuliner atau rumah makan. Menurut Ketua RT setempat, Danny Rumondor, FN dan orang tuanya tinggal di tempat tersebut sejak beberapa tahun terakhir.

FN dikenal sebagai warga yang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan tetangga. Bahkan, ia tidak pernah bermain bersama anak-anak di sekitar komplek. Perilaku FN mulai berubah setelah pindah ke jenjang SMA dan mengikuti ayahnya tinggal di Kelapa Gading.

Pakar Ungkit Bullying

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, menyoroti hubungan antara bullying dan ledakan di SMAN 72. Ia menyatakan bahwa peristiwa tersebut menjadi bukti tambahan tentang bagaimana kita terlambat menangani perundungan.

Reza menjelaskan bahwa korban bullying sering mengalami viktimisasi berulang. Viktimisasi pertama terjadi saat mereka dirundung teman-temannya, viktimisasi kedua saat mencari pertolongan, dan viktimisasi ketiga saat diabaikan oleh pihak-pihak yang seharusnya memberikan bantuan.

Ia menyarankan agar bullying dianggap sebagai agresi berkepanjangan dan harus dicegat secepat dan seserius mungkin. Reza juga menyarankan agar bullying dianggap sebagai perkara pidana, terutama karena pelaku masih berusia anak-anak.

Bagaimana UU SPPA Bekerja

UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) menekankan bahwa anak yang melakukan pidana tetap harus dipandang sebagai insan yang memiliki masa depan. Proses hukum harus meninjau secara multidimensi dan multifaktor. Reza selalu mendorong hakim agar menerapkan Bioecological Model (BM) dan Interactive Model (IM) dalam persidangan kasus korban bullying menjadi pelaku.

Meskipun proses hukum idealnya cepat dan sederhana, Reza menegaskan bahwa putusan hakim tetap menggunakan format penyikapan yang sama dengan persidangan terhadap pelaku dewasa. Ini berarti korban bullying sulit mendapatkan peringanan sanksi dan harus menjalani konsekuensi hukum atas "aksi kejahatan"-nya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan