
AC Milan Akan Gelar Laga Liga Italia di Australia
AC Milan akan menggelar laga Liga Italia Serie A melawan Como di Australia. Keputusan ini disetujui oleh UEFA setelah Stadion San Siro tidak dapat digunakan pada periode 6–22 Februari 2026 akibat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina. Dalam waktu tersebut, AC Milan memiliki jadwal laga kandang yang harus dipindahkan.
Selama beberapa minggu terakhir, muncul berbagai spekulasi soal kemungkinan pemindahan pertandingan itu, bukan hanya keluar kota, tetapi juga keluar negeri. Akhirnya, liga menyetujui rencana resmi untuk memainkan laga kandang AC Milan kontra Como di Perth, Australia Barat. Setelah menunda keputusan karena potensi kontroversi, UEFA akhirnya memberi lampu hijau minggu ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Laga ini akan berlangsung hampir 14.000 kilometer dari Italia. Namun, apa keuntungan dan kerugian dari keputusan ini?
Alasan Utama: Uang dan Ekspansi Merek
Alasan utama di balik keputusan ini cukup jelas, yaitu uang. Menurut laporan, Serie A akan memperoleh sekitar €12 juta dari penyelenggaraan laga di Stadion Optus, Perth. Setelah dikurangi biaya operasional, pendapatan bersih diperkirakan €8–9 juta. Sebagian besar dana akan masuk ke kantong AC Milan sebagai tim “tuan rumah”, sebagian lainnya ke Como, dan sisanya dibagi ke 18 klub Serie A lain sebagai kompensasi karena menyetujui proposal ini.
Namun keuntungan AC Milan tak berhenti di situ saja. Klub menilai langkah ini juga membuka peluang besar dari sisi ekspansi merek dan basis penggemar internasional. Menurut data resmi klub, AC Milan memiliki lebih dari dua juta penggemar di Australia, dengan komunitas aktif di Melbourne, Sydney, Adelaide, dan Perth.
Presiden AC Milan Club Perth, Gianni Jamal Nasri, menyatakan kepada MilanNews: “Selama ini para penggemar di Eropa bisa menyaksikan AC Milan setiap pekan.” “Kini, untuk sekali saja, biarkan mereka datang kepada kami.” “Ini kesempatan seumur hidup bagi fans di Australia, dan kami sangat menghargainya.”
Hubungan Jangka Panjang dengan Australia
Selain basis fans, AC Milan memiliki hubungan panjang dengan Australia. Antara 2007 dan 2018, klub menggelar Junior Camp di berbagai kota serta menginisiasi beberapa program sosial seperti Welcome Football di Melbourne dan kerja sama dengan tim sepak bola tunanetra di Perth.
Secara strategis, AC Milan juga menjadi klub Italia paling populer di kawasan Asia-Pasifik, dengan peningkatan jumlah penggemar mencapai 20 juta sejak 2022. Oleh karena itu, laga di Perth juga dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran global klub.
Kritik dan Masalah Logistik
Namun di sisi lain, kritik keras muncul dari berbagai kalangan, termasuk pemain dan staf medis. Gelandang Juventus, Adrien Rabiot, bahkan menyebut keputusan ini “gila”: “Benar-benar tidak masuk akal memainkan laga Serie A di Australia.” “Kami sering membicarakan soal jadwal padat dan kesehatan pemain, tapi perjalanan sejauh ini benar-benar absurd.”
Mantan dokter tim AC Milan, Rodolfo Tavana, juga menilai perjalanan panjang itu berpotensi mengganggu kondisi fisik pemain: - Durasi penerbangan: 21 jam dengan kemungkinan transit. Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi dan kelelahan otot. - Perbedaan waktu: Perth lebih cepat 6 jam dibanding Italia. Adaptasi terhadap jadwal tidur, makan, dan latihan akan sulit dilakukan. - Perubahan iklim ekstrem: Dari suhu musim dingin 5–10°C di AC Milan ke 25–32°C di Perth dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko cedera otot dan dehidrasi.
Selain itu, AC Milan akan kehilangan dukungan langsung dari tifosi San Siro. Walaupun stadion di Perth diprediksi akan didominasi warna merah-hitam, atmosfernya tentu tak akan sama.
Dari sisi fans lokal Italia, keputusan ini juga menimbulkan kekecewaan. Banyak pemegang tiket musiman merasa dirugikan karena tidak bisa menonton seluruh 19 laga kandang yang dijanjikan. Klub berjanji akan memberi kompensasi berupa voucher atau pengembalian uang, namun hal itu belum tentu memuaskan.
Masalah logistik lain pun muncul. Jika AC Milan lolos ke perempat final Coppa Italia, jadwal pertandingan yang berdekatan (sekitar 12 Februari) kemungkinan besar harus diubah. Laga tandang ke Pisa yang dijadwalkan 15 Februari juga berpotensi bentrok karena masalah pemulihan dan perjalanan.
Alternatif yang Tidak Dipilih
Sebenarnya, banyak pihak menilai pemindahan laga ke Australia tidak perlu terjadi. Liga bisa saja menunda pertandingan ke pertengahan Februari atau Maret, karena baik AC Milan maupun Como tidak terlibat di kompetisi Eropa musim ini. Alternatif lain adalah menukar jadwal kandang-tandang: laga di Januari dimainkan di markas Como, sementara laga Februari digelar di San Siro.
Namun, sepertinya tidak ada tekanan nyata untuk mencari solusi praktis. Sebagian pengamat menilai keputusan ini justru datang dari manajemen AC Milan sendiri, yang tergoda dengan potensi pendapatan besar meski klub kini dalam kondisi finansial sehat. Sementara itu, klub-klub Serie A lain yang ikut menyetujui rencana ini juga akan mendapat bagian keuntungan, sehingga tak ada yang menolak.