
Di Balik Artis Dunia.CO.ID - JAKARTA
Perkembangan ekonomi dan sosial di Indonesia terus mengalami perubahan, termasuk dalam struktur kelas masyarakat. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penurunan jumlah kelas menengah di Indonesia. Menurut data yang dirilis oleh Mandiri Institute, jumlah kelas menengah pada 2025 turun menjadi 46,7 juta orang dari sebelumnya 47,9 juta orang pada 2024. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada perekonomian umum, tetapi juga memengaruhi sektor industri seperti asuransi jiwa.
Theodores Tangke, Chief Customer, Marketing, & Product Officer AXA Mandiri, menyatakan bahwa kondisi ini justru membuka peluang bagi industri asuransi untuk menunjukkan nilai proteksi sebagai alat ketahanan finansial. Ia menjelaskan bahwa segmen asuransi jiwa saat ini menjadi salah satu bagian penting dalam pasar asuransi. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan perlindungan finansial semakin meningkat, meskipun jumlah kelas menengah mengalami penurunan.
Menurut Theodores, masyarakat kelas menengah masih memprioritaskan asuransi kesehatan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran kebutuhan konsumen dari produk premium menuju produk proteksi dasar, mikro, dan digital. Perubahan ini mencerminkan tren pengambilan keputusan yang lebih rasional dan efisien.
Selain itu, produk asuransi dengan fitur tambahan seperti manfaat pengembalian premi mulai diminati karena menawarkan perlindungan sekaligus kepastian finansial. Konsumen kelas menengah cenderung lebih selektif dalam memilih produk asuransi. Mereka mencari solusi yang sederhana, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan spesifik, termasuk perlindungan terhadap penyakit kritis.
Namun, Theodores menegaskan bahwa konsumen tidak hanya mencari produk dengan harga murah. Mereka lebih mengutamakan produk yang relevan, berkualitas, memberikan nilai tambah, serta memberi rasa aman. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial semakin tinggi.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, AXA Mandiri akan fokus pada pengembangan produk perlindungan dasar dan produk tradisional dengan manfaat pengembalian premi yang disesuaikan dengan kebutuhan kelas menengah. Strategi ini bertujuan untuk memberikan solusi yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan masyarakat.
Dalam hal distribusi, AXA Mandiri akan memperkuat pemasaran melalui kanal digital, termasuk aplikasi Livin by Mandiri. Dengan adanya platform digital, perusahaan dapat lebih mudah menjangkau konsumen dan memberikan layanan yang cepat dan efisien.
Selain itu, perusahaan akan terus menggelar program edukasi dan literasi keuangan guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan dan perencanaan finansial. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat memahami manfaat asuransi dan bagaimana merencanakan masa depan secara lebih baik.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, AXA Mandiri berhasil mencatat kenaikan pendapatan premi bruto dari yang sebelumnya Rp421,6 miliar pada Maret 2025 menjadi Rp495 miliar pada Maret 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif yang signifikan, meski di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.