Ayah di Arizona Tinggalkan Anak di Mobil, Akibat Nonton Film Dewasa

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Ayah di Arizona Tinggalkan Anak di Mobil, Akibat Nonton Film Dewasa

Tragedi yang Menyedihkan: Ayah Tega Tinggalkan Anak di Dalam Mobil Panas Hingga Meninggal

Seorang ayah asal Arizona, Christopher Scholtes (38 tahun), mengakui telah menelantarkan putrinya yang berusia dua tahun hingga meninggal akibat terjebak di dalam mobil yang panas. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat luas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada saat kejadian, Christopher diketahui sedang menonton film dewasa dan memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri agar tidak harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Polisi menyatakan bahwa Christopher ditemukan meninggal di sebuah rumah di kawasan Phoenix sekitar pukul 5 pagi waktu setempat pada 5 November 2025. Hari itu seharusnya menjadi waktu bagi Christopher untuk menyerahkan diri ke penjara sebelum dijatuhi vonis, dengan ancaman hukuman hingga 30 tahun penjara.

“Alih-alih datang untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah terjadi, kami menerima laporan dan telah mengonfirmasi bahwa sang ayah bunuh diri semalam,” ujar Jaksa Penuntut Umum Kabupaten Pima, Laura Conover, dalam pernyataannya pada hari yang sama.

Kejadian ini terjadi lebih dari setahun setelah tragedi yang menimpa putrinya, Parker, yang ditemukan tewas di depan rumah mereka di Marana pada siang terik bulan Juli 2024, saat suhu mencapai 42 derajat Celsius. Christopher mengaku meninggalkan anaknya di mobil sekitar pukul 12.30 siang selama 30 menit dengan AC menyala, berdalih tidak ingin membangunkannya dari tidur siang. Namun, catatan pengadilan membuktikan bahwa Parker ditinggalkan selama lebih dari tiga jam, sementara Christopher sadar mobil akan mati otomatis dalam setengah jam.

Selama itu, Christopher berada di dalam rumah menonton video hiburan, bermain gim, dan minum bir sementara anaknya perlahan meninggal akibat suhu ekstrem. Kebiasaan lalai tersebut ternyata bukan hal baru. Anak-anak dari pernikahan sebelumnya mengungkap kepada penyelidik bahwa Christopher sering meninggalkan mereka di mobil ketika masih kecil.

Jasad Parker ditemukan hangus ketika ibunya, Erika, yang bekerja sebagai ahli anestesi, pulang sekitar pukul 4 sore. Rekaman kamera tubuh polisi menunjukkan Christopher panik dan bersikeras bahwa ia hanya meninggalkan anaknya selama 30–45 menit. “Dia sangat panas sekarang. Kami akan melakukan segala yang kami bisa,” ujar salah satu polisi dalam video tersebut.

Parker dinyatakan meninggal satu jam setelah dibawa ke Banner University Medical Center, rumah sakit tempat ibunya bekerja. Christopher menjadi marah dan defensif setelah mendengar kabar kematian anaknya. “Jadi aku dianggap seperti pembunuh?” katanya dalam rekaman kamera polisi saat petugas memintanya untuk tidak mandi dan tidak dibiarkan sendirian.

Meski Christopher bersikeras bahwa ia belum pernah melakukan hal serupa sebelumnya, pesan teks antara dirinya dan sang istri menunjukkan sebaliknya. “Aku sudah bilang jangan tinggalkan mereka di mobil. Sudah berapa kali aku bilang?” tulis istrinya setelah mengetahui anak mereka meninggal. “Sayang, maafkan aku,” balas Christopher. “Sayang, keluarga kita… bagaimana aku bisa melakukan ini? Aku sudah membunuh bayi kita, ini tidak mungkin nyata.”

Sang istri kemudian menyebut anaknya yang telah meninggal sebagai “sempurna” dalam percakapan mereka melalui pesan singkat. Meskipun marah, sang istri sempat meminta agar Christopher diizinkan pulang setelah penangkapannya agar keluarga bisa bersama. Namun, suasana di rumah tampaknya tidak berjalan baik.

Salah satu putri tertua Christopher dari pernikahan sebelumnya menggugat dia dan Erika pada Oktober dengan tuduhan penyiksaan emosional dan menceritakan pengalaman ditinggalkan di dalam mobil sejak usia tujuh tahun. Ia juga menuduh telah mengalami kekerasan fisik dari ayah dan ibu tirinya. “Putri tertua sangat menderita akibat perlakuan Christopher dan Erika,” kata wali gadis berusia 17 tahun itu, Lindsay Eisenberg, kepada KVOA. (*)

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan