Pesan Menyentuh dari LH, Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta
Di tengah kekacauan dan pemberitaan yang terus berlangsung setelah ledakan di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, muncul kisah menyayat hati dari seorang siswa bernama LH. Sebagai korban luka bakar berat, ia tetap berjuang untuk menyampaikan pesan penting kepada orang tuanya meskipun kondisi tubuhnya sangat parah.
LH mengalami luka bakar tingkat tiga pada wajah, kepala, dada, dan kaki, sehingga membutuhkan perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih. Dalam kondisi sulit berbicara, ia menulis pesan singkat di secarik kertas:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Tolong, Ma, Ayah. Ini harus diusut.”
Pesan tersebut kemudian dibacakan oleh ayahnya, Andri (41), kepada wartawan di rumah sakit pada Selasa (11/11/2025). Ia menjelaskan bahwa permintaan LH bukan hanya sekadar luapan emosi, melainkan seruan agar kebenaran terungkap secepat mungkin.
“Maksudnya dia tolong mama, ayah, ini harus diusut secepat mungkin. Ini permintaan anak saya. Berharap dari penegak hukum agar segera diusut secara terbuka,” lanjutnya.
Sebagai orang tua korban, Andri berharap pihak kepolisian memberi keterangan jelas terkait peristiwa yang menimpa putranya. Ia menegaskan, penjelasan terbuka sangat penting demi memberi semangat bagi LH untuk pulih.
“Biar saya sampaikan ke anaknya biar dia lebih semangat lagi buat sembuh. Jadi jangan ditutupi. Kalau bisa terbuka lah,” kata Andri.
Kondisi LH yang sulit berbicara membuat komunikasi hanya bisa dilakukan lewat tulisan. Seluruh kepala dan sebagian besar tubuhnya diperban, dengan ventilator terpasang di mulutnya.
“Sehingga komunikasi dilakukan dengan menulis di kertas. Itu pun bertahap,” ujar Andri.
LH sempat menulis kepada dokter dengan kalimat polos: “Kenapa saya ada di sini?”

Dugaan Salah Arah: LH Sempat Dicurigai Sebagai Pelaku
Di tengah kondisi kritis anaknya, Andri mengaku sempat kecewa karena polisi sempat menduga LH sebagai pelaku ledakan. Ia menyimpulkan dari pihak Polda itu menduga anaknya diduga sebagai pelaku ledakan.
“Karena di hari pertama rumah saya mau digeledah,” ucapnya.
Ia menjelaskan, saat itu dirinya masih menemani anaknya di rumah sakit, sementara penggeledahan dilakukan di rumah oleh pihak kepolisian.
“Tidak ada sama sekali barang mencurigakan. Anak saya itu orangnya baik, gampang senyum, tidak pernah neko-neko,” tegas Andri.
Perawatan Intensif dan Rencana Cangkok Kulit
Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih, Jack Pradono Handojo, menyebut enam dokter spesialis menangani LH secara multidisipliner.
“Lukanya termasuk grade 3, sudah mencapai otot bahkan tulang,” jelasnya.
Tim medis kini mempertimbangkan skin grafting (cangkok kulit) di bagian wajah untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat luka bakar parah. Meski begitu, pemulihan total tak bisa dijamin 100 persen.
Derita Para Korban: Gangguan Pendengaran hingga 90 Persen
Selain LH, beberapa korban lain mengalami gangguan pendengaran hingga 90 persen akibat trauma suara ledakan.
“Awalnya 75 persen, tapi setelah pemeriksaan ternyata lebih dari 90 persen,” kata Pradono.
Gangguan ini berpotensi memengaruhi masa depan siswa, terutama jika bercita-cita menjadi pilot, TNI, atau profesi yang menuntut pendengaran prima.
Di sisi lain, RS Yarsi Cempaka Putih juga masih merawat 11 korban lainnya. Beberapa menjalani terapi hiperbarik untuk memperbaiki fungsi pendengaran.
“Dengan oksigen bertekanan tinggi, kami berharap jaringan dan organ pendengaran bisa cepat pulih,” ujar Muhammadi, Direktur Medis RS Yarsi.
Tragedi di SMAN 72 Jakarta menjadi pengingat betapa tipisnya jarak antara rutinitas sekolah dan musibah besar. Di balik perban dan luka bakar, ada seorang remaja bernama LH yang masih berjuang tak hanya untuk sembuh, tapi juga untuk menuntut kebenaran yang seharusnya tidak tertutup abu ledakan.