
Keutamaan Ayat Seribu Dinar dalam Al Quran
Ayat seribu dinar adalah salah satu ayat yang memiliki keistimewaan dan khasiat luar biasa dalam Al Quran. Ayat ini terdapat di akhir ayat 2 dan seluruh ayat 3 dalam Surat At Talaq. Bunyi ayat tersebut dalam bahasa Latin adalah:
"Wa man yattaqillaaha yaj'al lahuu makhrojan, Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasibu, Wa man yatawakkal'alallaahi fahuwa hasbuhuu, Innallaaha baalighu amrihii, Qad ja'alallaahu likulli syai in qadran." (QS. Ath-Thalaq: 2-3)
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Artinya:
"Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia mencukupinya. Sesungguhnya Allah akan mencapai urusanNya, sesungguhnya Allah telah mengadakan bagi tiap-tiap sesuatu ketentuan."
Menurut Ibnu Katsir, maksud ayat "dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia duga" adalah bahwa barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan memberikan rizki dari arah yang tidak pernah terbesit dalam hatinya.
Dalam kitab Al Musnad disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
"Barang siapa banyak beristighfar (memohon ampunan), maka Allah akan menjadikan baginya setiap kesusahan menjadi kemudahan, setiap kesempitan menjadi kelapangan, dan akan Dia karuniai rizki dari arah yang tidak disangka-sangka."
Hadits ini sekaligus menjadi penguat tafsir ayat seribu dinar. Selain itu, dalam hadits lain disebutkan:
Dari Imam Ahmad meriwayatkan dari Tsauban, dia berkata: “Rasulullah bersabda: ‘sesungguhnya seorang hamba akan diharamkan dari rizki karena dosa yang dilakukannnya, dan tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali do’a, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan.’"
Dari beberapa penjelasan yang dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, dapat kita simpulkan bahwa ayat ini mengandung beberapa penjelasan dan keutamaan, antara lain:
-
Pentingnya bertakwa kepada Allah Bertakwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Menjalankan perintah Allah harus dilandasi dengan hati ikhlas serta dilakukan sesuai syari’at Islam dengan aliran madzhab yang dianutnya. Melakukan ibadah sunnah seperti shalat fardhu juga termasuk dalam hal bertakwa karena melakukan hal yang disenangi oleh Allah.
-
Allah memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan bagi yang bertakwa Bagi orang yang benar-benar bertakwa, Allah akan memberikan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi. Hadits Nabi yang menguatkan ayat ini adalah dengan banyak beristighfar. Istighfar dapat mengurangi dosa dan hal-hal yang menghapus amal ibadah juga sebagai cara seseorang untuk bertaubat.
-
Allah memberikan rezeki bagi orang yang bertakwa melalui jalan yang tidak disangka-sangka Kata utama sekali lagi adalah Takwa. Maksud yang tidak disangka-sangka adalah melalui jalan yang tidak terpikirkan sama sekali oleh orang yang bertakwa itu. Maka, permasalahan mengenai Rizki akan dituntaskan oleh Allah bagi orang-orang yang bertakwa itu sendiri.
-
Dosa menghalangi Rezeki Secara logika, perbuatan dosa bukanlah perbuatan yang dilakukan orang yang bertakwa. Maka dari itu, sesuai hadits di atas, dosa dapat menghalangi kita dari rezeki.
-
Allah lah yang menetapkan segala sesuatu Sesuai dengan hadits di atas bahwa seseorang tidak akan sanggup mencelakakan kita kecuali telah ditetapkan oleh Allah kita akan dicelakakan orang. Ini sebagai bukti bahwa Allah lah yang menetapkan segalanya. Termasuk rezeki dan pertolongan untuk segala masalah yang kita hadapi.
Waktu Mustajab Membaca Ayat Seribu Dinar
Berikut adalah waktu-waktu yang disarankan untuk membaca ayat seribu dinar agar doa mudah dikabulkan:
- Setelah Sholat Subuh
- Ketika hendak berangkat kerja
- Setelah sholat hajat/tahajud
- Waktu sahur
- Ketika merasa gelisah dengan masalah finansial
Setiap waktu memiliki keistimewaannya masing-masing. Misalnya, setelah sholat subuh, otak masih segar sehingga doa dapat terserap dengan baik. Sementara itu, saat sahur adalah waktu yang sangat baik untuk mengamalkan ayat ini karena Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa.