Badai Menerjang Terminal Sidomulyo, 7 Kios Warga Rusak

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Badai Menerjang Terminal Sidomulyo, 7 Kios Warga Rusak


Peristiwa Angin Puting Beliung di Kecamatan Nanga Pinoh, Melawi

Pada hari Minggu, 9 November 2025, sekitar pukul 16.00 WIB, wilayah Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, mengalami serangan angin puting beliung yang cukup dahsyat. Peristiwa ini terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan Terminal Bus Sidomulyo, Desa Sidomulyo, dan menimbulkan kerusakan pada tujuh kios milik warga setempat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian ini dilaporkan oleh Kapolres Melawi melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Melawi, Aipda Arbain. Ia menjelaskan bahwa angin berputar kencang datang secara tiba-tiba, sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian atap dan dinding dari tujuh kios tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun tujuh kios warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding,” ujar Aipda Arbain dalam keterangan resminya pada Senin, 10 November 2025.

Tujuh kios yang terkena dampak peristiwa ini masing-masing dimiliki oleh Dewi Astuti, Amir, Turyanto, Darno, Sodikin, Bambang, dan Dadang. Salah satu saksi mata, yaitu Dewi Astuti, mengungkapkan bahwa angin datang dari arah lapangan terminal dan langsung menghantam bangunan kios dengan kecepatan tinggi.

“Angin datang sangat cepat, atap kios langsung beterbangan,” kata Dewi Astuti.

Petugas dari Polsek Nanga Pinoh bersama BPBD Kabupaten Melawi telah segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan kerusakan, membantu warga, serta memberikan imbauan agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.

Aipda Arbain menambahkan bahwa bencana ini disebabkan oleh perubahan cuaca yang tidak menentu. Ia juga meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem seperti angin puting beliung sering kali terjadi akibat perubahan iklim dan kondisi atmosfer yang tidak stabil. Di daerah-daerah yang berada di dekat kawasan dataran rendah atau daerah pesisir, perubahan cuaca bisa terjadi secara tiba-tiba dan berdampak signifikan pada masyarakat.

Beberapa faktor utama yang dapat memicu terjadinya angin puting beliung antara lain:
Adanya pertemuan udara panas dan dingin yang sangat cepat
Perbedaan tekanan udara yang drastis
* Kelembapan tinggi yang memicu pembentukan awan badai

Upaya Pemerintah dan Masyarakat

Setelah peristiwa tersebut, pihak berwajib dan lembaga terkait segera bertindak untuk membantu para korban. Selain itu, mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi cuaca ekstrem.

Beberapa langkah yang bisa diambil oleh masyarakat antara lain:
Memperhatikan prakiraan cuaca melalui media resmi
Menyimpan perlengkapan darurat seperti alat komunikasi dan lampu senter
* Menghindari area yang rentan terhadap bencana alam seperti lereng curam atau tempat terbuka

Kesimpulan

Peristiwa angin puting beliung di Kecamatan Nanga Pinoh menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca. Dengan kesadaran dan persiapan yang baik, risiko kerugian dapat diminimalisir. Pemerintah dan lembaga terkait juga perlu terus meningkatkan koordinasi dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan