
Kualitas Bahasa Indonesia di Media Daring Masih Menjadi Tantangan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyatakan bahwa hingga saat ini, masih banyak media daring yang belum mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Penggunaan bahasa yang tidak jelas serta tata bahasa yang kurang tepat sering kali ditemukan dalam pemberitaan yang dipublikasikan dengan cepat.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Badan Bahasa Ganjar Harimansyah, setelah menghadiri kegiatan Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025 di Kabupaten Garut, pada Kamis 16 Oktober 2025. Ganjar menjelaskan bahwa media daring memiliki kecepatan tinggi dalam mempublikasikan informasi. Namun, dalam prosesnya, aspek kebahasaan seringkali luput dari perhatian.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Mungkin karena mengejar waktu, proses penyuntingan bahasa menjadi kurang maksimal. Akibatnya, banyak tanda baca yang salah, kalimat yang rancu, bahkan penggunaan istilah yang kurang tepat,” ujarnya.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa beberapa media arus utama seperti Kompas, Tempo, dan Pikiran Rakyat telah menjadi mitra Badan Bahasa. Media-media tersebut dinilai konsisten dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, bahkan kerap menerima penghargaan dari Badan Bahasa atas kontribusinya dalam menjaga kualitas bahasa.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Literasi Kebahasaan
Ganjar juga mengajak media daring lainnya untuk menjalin kerja sama dengan Badan Bahasa maupun Balai Bahasa Provinsi yang ada di setiap daerah, termasuk di Jawa Barat. Kolaborasi ini penting untuk meningkatkan literasi kebahasaan di kalangan jurnalis dan redaktur media.
“Kami sangat terbuka untuk kerja sama. Di Jawa Barat, bisa langsung ke Balai Bahasa Jawa Barat. Silakan manfaatkan pendampingan yang tersedia agar mutu bahasa dalam pemberitaan bisa semakin baik,” kata Ganjar.
Peningkatan kualitas penggunaan bahasa Indonesia di media, menurut dia, juga menjadi bagian dari program pengutamaan bahasa negara yang tengah digencarkan oleh Badan Bahasa. Hal itu sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2025 tentang Sistem Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia. Dalam regulasi tersebut disebutkan, pengawasan dilakukan melalui empat tahap, yakni sosialisasi, pendampingan, pengawasan, dan pemberian penghargaan kepada lembaga yang dinilai mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Beberapa langkah telah diambil oleh Badan Bahasa untuk meningkatkan kualitas bahasa Indonesia di media daring. Salah satunya adalah melalui pelatihan dan pendampingan kepada jurnalis dan redaktur. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang aturan tata bahasa yang benar serta penggunaan istilah yang sesuai.
Selain itu, Badan Bahasa juga aktif dalam memberikan penghargaan kepada media yang dinilai mampu menjaga kualitas bahasa. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi media lain untuk lebih memperhatikan aspek kebahasaan dalam pemberitaan mereka.
Peran Media Daring dalam Mempertahankan Bahasa Indonesia
Media daring memiliki peran penting dalam mempertahankan dan melestarikan bahasa Indonesia. Dengan jumlah pembaca yang besar dan akses yang mudah, media daring mampu memengaruhi persepsi masyarakat terhadap penggunaan bahasa. Oleh karena itu, penting bagi media daring untuk lebih memperhatikan kualitas bahasa yang digunakan dalam pemberitaan.
Badan Bahasa berharap bahwa kolaborasi antara media daring dan lembaga pemerintah akan terus berlangsung. Dengan begitu, kualitas bahasa Indonesia di media dapat terus meningkat, sehingga menjadi contoh yang baik bagi masyarakat luas.
Kesimpulan
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media daring masih menjadi tantangan. Meski ada beberapa media yang berhasil menjaga kualitas bahasa, masih banyak yang perlu diperbaiki. Dengan adanya kerja sama antara Badan Bahasa dan media daring, diharapkan kualitas bahasa Indonesia di media dapat terus meningkat. Selain itu, regulasi yang telah diterbitkan juga menjadi pedoman dalam menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.