
jogja.aiotrade
, YOGYAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu inovasi yang diapresiasi adalah Program Lumbung Mataraman, yang bertujuan menjadi pelopor kemandirian pangan lokal dan memasok kebutuhan bahan baku bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kolaborasi antara BGN dan DIY ditegaskan melalui pertemuan antara Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pertemuan ini berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Selasa (23/12/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Program Lumbung Mataraman dinilai sejalan dengan Pasal 38 Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Regulasi ini menekankan pentingnya penggunaan produk dalam negeri serta partisipasi usaha mikro, kecil, koperasi, dan BUMDes.
“Alhamdulillah, luar biasa. Ternyata Ngarso Dalem telah menyiapkan Program Lumbung Mataraman yang dibangun secara terintegrasi untuk peternakan dan pertanian. Ini akan memasok dapur-dapur MBG,” ujar Nanik Sudaryati Deyang.
Menurut Nanik, model ini merupakan solusi konkret untuk mencegah inflasi dan kelangkaan bahan pangan akibat meningkatnya permintaan seiring bertambahnya titik SPPG di berbagai wilayah.
Poin Utama Program Lumbung Mataraman
Program Lumbung Mataraman dirancang dengan beberapa poin utama:
- Pemanfaatan lahan: Setiap desa menyediakan 1 hingga 1,25 hektar lahan kas desa (lahan idle) yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian dan peternakan.
- Pengelolaan oleh warga kurang mampu/buruh tani: Lumbung Mataraman dikelola oleh masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap lahan.
- Distribusi langsung ke dapur MBG: Hasil panen disalurkan langsung ke dapur MBG tanpa melalui pasar retail, sehingga memastikan kebutuhan pangan tercukupi dari potensi lokal daerah masing-masing.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa Lumbung Mataraman adalah program pemberdayaan yang telah disiapkan sejak dua tahun lalu. Fokus utamanya adalah membantu warga desa yang tidak memiliki lahan sawah.
“Harapan saya, sayur dan kebutuhan lainnya bukan belanja di pasar, tetapi langsung dari petani. Dengan pola seperti ini, masyarakat di desa bisa mendapat penghasilan tambahan,” tutur Sri Sultan.
Model Percontohan Nasional
Keberhasilan model di DIY ini rencananya akan disosialisasikan oleh BGN ke berbagai daerah lain di Indonesia. Penggunaan lahan "bengkok" atau lahan tidur di desa dianggap sebagai strategi jitu untuk mencapai kemandirian ekonomi sekaligus menjamin kualitas asupan gizi anak sekolah.
Nanik menegaskan bahwa dengan adanya kolaborasi ini, DIY telah membuktikan bahwa integrasi antara kebijakan pusat dan kearifan lokal dapat menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang tangguh.