Bahan Bakar Jerami dan Biodiesel Dedi Mulyadi untuk Energi Masa Depan

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Bahan Bakar Jerami dan Biodiesel Dedi Mulyadi untuk Energi Masa Depan
Bahan Bakar Jerami dan Biodiesel Dedi Mulyadi untuk Energi Masa Depan

Inovasi Energi Terbarukan dari Jerami

PT Inti Sinergi Formula kembali menunjukkan inovasinya dalam pengembangan bahan bakar ramah lingkungan. Bahan bakar bernama Bobibos ini dibuat berbasis jerami, yang menjadi solusi hemat biaya dan mendukung ketahanan energi nasional.

Di tengah meningkatnya harga bahan bakar dan polusi akibat limbah pertanian, Indonesia terus menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan inovasi energi terbarukan. Salah satu tokoh yang tertarik untuk menguji bahan bakar tersebut adalah Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat sekaligus mantan Bupati Purwakarta. Ia melakukan uji coba pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar alternatif di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Uji coba ini dilakukan melalui kanal YouTube, Rabu (12/11). Aksi Dedi Mulyadi menyalakan mesin traktor menggunakan bahan bakar hasil olahan jerami langsung menarik perhatian para petani, pemerhati lingkungan, serta peneliti energi terbarukan. Selama ini, jerami hanya dianggap sebagai limbah sisa panen yang sering dibakar atau dibiarkan membusuk. Namun, Dedi melihat potensi besar di balik tumpukan jerami yang sering diabaikan itu.

Menurutnya, jerami bisa diolah menjadi cairan biofuel serupa biosolar, yang dapat digunakan untuk mesin diesel maupun traktor pertanian. “Kalau ini bisa dikembangkan secara luas, petani tidak perlu lagi bergantung penuh pada solar yang harganya terus naik,” ujar Dedi.

Hasil uji coba awal menunjukkan bahwa mesin traktor menyala stabil tanpa gangguan performa. Hasil ini menjadi sinyal positif bagi masa depan energi pertanian di Indonesia. Tak hanya Dedi, inovasi serupa juga dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula dengan memperkenalkan Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos) — sebuah BBM nabati yang terbuat dari jerami.

Pendiri Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, menjelaskan bahwa pemilihan jerami bukan tanpa alasan. Selain melimpah, bahan ini membuat harga pokok produksi (HPP) jauh lebih rendah dibanding bahan bakar fosil. “Kami ingin masyarakat bisa menikmati bahan bakar bersih dengan biaya yang tetap terjangkau,” ujar Ikhlas di Bogor, Jawa Barat, dalam kesempatan yang sama.

Sebelum memilih jerami, tim riset Bobibos sempat menguji berbagai bahan seperti tebu, singkong, hingga mikroalga. Namun, hanya jerami yang berhasil memenuhi target efisiensi biaya dan performa mesin yang diharapkan.

Untuk menghasilkan biofuel, jerami terlebih dahulu dikeringkan, lalu melalui proses fermentasi, ekstraksi, dan pemisahan gas. Tim Bobibos bahkan berhasil merancang mesin biokimia sendiri yang mengubah jerami menjadi bahan bakar melalui lima tahap ekstraksi kimia.

Dari hasil riset, setiap hektare sawah mampu menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar, yang terbagi menjadi dua jenis bensin dan solar. Kapasitas produksi Bobibos saat ini mencapai 300 liter per hari, dan terus meningkat seiring penyempurnaan teknologi.

Menariknya, Bobibos sudah diuji menggunakan kendaraan roda dua seperti Honda BeAT, hingga roda empat seperti Toyota Alphard. Berdasarkan hasil uji di Balai Besar Migas LEMIGAS, bahan bakar ini memiliki angka oktan RON 98,1, bahkan lebih tinggi dari bensin umum di pasaran.

Proses Produksi Bobibos

Bobibos dibuat melalui beberapa tahapan:

  • Pengeringan jerami: Jerami yang telah dipanen dikeringkan untuk menghilangkan kelembapan.
  • Fermentasi: Jerami diolah melalui proses fermentasi untuk menghasilkan bahan dasar biofuel.
  • Ekstraksi: Bahan dasar yang telah dihasilkan diekstraksi untuk memisahkan komponen-komponen penting.
  • Pemisahan gas: Gas-gas yang dihasilkan selama proses ekstraksi dipisahkan untuk memastikan kualitas bahan bakar.
  • Proses kimia lanjutan: Bahan bakar akhirnya melalui lima tahap ekstraksi kimia untuk menghasilkan bahan bakar yang siap digunakan.

Potensi Ekonomi dan Lingkungan

Bobibos tidak hanya memberikan solusi energi yang ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani. Dengan memanfaatkan jerami yang biasanya tidak bernilai, petani dapat menghasilkan pendapatan tambahan dari penjualan bahan bakar. Selain itu, penggunaan bahan bakar ini juga mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh pembakaran jerami.

Kedepannya

Bobibos masih dalam tahap pengembangan dan uji coba. Dengan kapasitas produksi yang terus meningkat dan teknologi yang semakin sempurna, Bobibos berpotensi menjadi solusi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan