Bahana TCW Luncurkan Reksadana ETF Emas Syariah

admin.aiotrade 19 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Bahana TCW Luncurkan Reksadana ETF Emas Syariah

Inovasi Baru dalam Investasi Emas

Bahana TCW Investment Management, sebuah perusahaan manajemen investasi terkemuka di Indonesia, sedang bersiap meluncurkan Reksa Dana Bursa (RDB) berbasis emas yang dikenal sebagai Exchange Traded Fund (ETF) Emas Syariah. Produk ini merupakan inisiatif yang melibatkan enam institusi utama, termasuk Bahana TCW sebagai Manajer Investasi, PT Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan, PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai Bank Kustodian, serta PT Pegadaian (Persero) sebagai penyedia emas. Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia juga turut serta dalam proyek ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Presiden Direktur Bahana TCW, Rukmi Proborini, menjelaskan bahwa ETF Emas Syariah ini dirancang untuk memenuhi permintaan tinggi dari investor ritel maupun institusi terhadap instrumen investasi emas yang mudah diakses, likuid, dan dikelola secara profesional. Produk ini menawarkan fitur-fitur yang lebih kompetitif dibandingkan investasi emas secara fisik atau konvensional. Contohnya adalah harga real-time selama jam bursa, spread yang lebih kompetitif, transaksi digital, serta pengelolaan oleh manajer investasi dan bank kustodian.

Selain itu, produk ini dirancang dengan denominasi Rupiah (IDR) dan sesuai prinsip syariah. "Emas telah terbukti menjadi aset safe haven dan lindung nilai terbaik, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan inflasi yang meningkat," ujar Rukmi dalam keterangan resmi, Jumat (19/12/2025).

Harga penawaran umum akan diumumkan kemudian (TBA), dengan minimum pembelian 1 Unit Kreasi atau 100.000 Unit Penyertaan. Batas minimum penjualan dan maksimum penjualan juga 1 Unit Kreasi atau 100.000 Unit Penyertaan.

Tren Investasi Emas yang Meningkat

Saat ini, emas menjadi instrumen investasi yang paling digemari tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga secara global. Di Indonesia, harga emas melonjak sebesar 55% sepanjang 2025, mencapai Rp 2,3 juta per gram. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan peluncuran ETF emas pertama pada akhir kuartal IV 2025, membuka peluang bagi investor ritel dan institusi untuk mengakses emas secara lebih efisien.

Di tengah tren global dan nasional yang diprediksi semakin positif, peluncuran ETF Emas ini dinilai dilakukan pada waktu yang tepat. Merujuk pada data yang disajikan oleh World Gold Council, secara global, dana kelolaan/Asset Under Management (AUM) ETF emas telah mencapai USD 472 miliar (atau setara kurang lebih Rp 7.929 Triliun) per akhir September 2025.

Visi dan Tujuan Bahana TCW

"Melalui kolaborasi strategis ini, kami menghadirkan ETF Emas yang likuid, transparan, dan terjangkau. Ini adalah langkah Bahana TCW untuk memperluas pilihan diversifikasi portofolio bagi investor ritel maupun institusi, sekaligus meningkatkan inklusi dan literasi keuangan Syariah di Indonesia," pungkas Rukmi.

Dengan adanya ETF Emas Syariah ini, diharapkan dapat memberikan alternatif investasi yang lebih fleksibel dan aman bagi para pemodal. Selain itu, produk ini juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam pasar keuangan global, khususnya dalam hal pengembangan instrumen investasi berbasis emas.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan