Bahasa Portugis Masuk Sekolah – 'Pengajar di Indonesia Kurang dari Lima Orang'

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 22x dilihat
Bahasa Portugis Masuk Sekolah – 'Pengajar di Indonesia Kurang dari Lima Orang'

Presiden Prabowo Subianto dan Instruksi Pengajaran Bahasa Portugis di Sekolah

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar bahasa Portugis diajarkan di sekolah. Namun, instruksi ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari para pengamat pendidikan terkait kesiapan infrastruktur dan tenaga pengajar. Mereka khawatir anak-anak bisa menjadi korban kebijakan spontan tanpa dasar penelitian mendalam.

Berdasarkan data Ethnologue, bahasa Portugis memang masuk dalam 10 besar bahasa dengan jumlah penutur cukup banyak di dunia, yaitu sekitar 266,6 juta penutur. Namun, yang menjadi permasalahan adalah jumlah penutur bahasa Portugis yang mampu mengajar sangat sedikit di Indonesia. Gladhys Elliona, seorang pengajar dan penerjemah bahasa Portugis Brasil, menyatakan bahwa pengajar bahasa Portugis di Indonesia tidak sampai lima orang, termasuk dirinya sendiri. Apalagi yang mengajar khusus bahasa Portugis Brasil.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kendala ini tentu akan menjadi hambatan jika dipaksakan untuk dimasukkan sebagai mata pelajaran di sekolah. Itje Chodidjah, pakar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, menjelaskan bahwa pengajaran bahasa asing di sekolah membutuhkan guru yang bukan hanya lulusan dari jurusan bahasa Inggris, Mandarin, atau Portugis. Karena belajar bahasa itu hasilnya pada keterampilan dan sikap.

Pengamat pendidikan Ina Liem juga menyoroti pentingnya literasi sebagai hasil dari pembelajaran bahasa. Berdasarkan hasil PISA 2022, skor Indonesia terkait literasi dan numerasi turun sehingga posisi Indonesia berada pada peringkat 70 dari 80 negara. Di sisi lain, kecakapan bahasa Inggris yang menjadi lingua franca juga turun ke peringkat 80 dari 116 negara dari survei EF English Proficiency Index.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menunjukkan sekitar 90.000 sekolah belum memiliki guru bahasa Inggris. Padahal, tahun ajaran 2026/2027, bahasa Inggris resmi masuk mata pelajaran wajib bagi anak kelas 3 SD. Pertanyaannya, apa yang ingin dituju Prabowo dengan pengajaran bahasa Portugis di sekolah dengan kondisi seperti ini?

Wacana ini muncul ketika Prabowo menerima kunjungan negara Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva. Dalam pertemuan keduanya pada Kamis (23/10), Prabowo menyampaikan telah memutuskan agar bahasa Portugis menjadi salah satu materi ajar di sekolah sebagai bukti hubungan Brasil dan Indonesia yang kuat. Namun, dalam delapan poin kesepakatan yang ditandatangani Indonesia dan Brasil, tidak tercantum mengenai keputusan Prabowo tersebut.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyebut langkah Prabowo ini untuk membentuk new special relationship. "Karena komunikasi merupakan sesuatu yang penting untuk meningkatkan kerja sama. Untuk itu beliau meminta memasukkan bahasa Portugis ke dalam kurikulum pendidikan," ujarnya. Untuk detilnya, Sugiono menyerahkan pada kementerian terkait.

Bahasa Portugis merupakan bahasa resmi dari Brasil. Selain itu, ada sejumlah negara lain yang juga menggunakan bahasa Portugis, yaitu Portugal, Angola, Mozambik, Guinea Ekuatorial, Tanjung Verde, Sao Tome dan Principe, serta Guinea-Bissau. Paparan Indonesia terhadap bahasa Portugis sebenarnya bukan hal baru menurut sejarah. Kedatangan bangsa Portugis mencapai daratan Maluku pada 1512 untuk mencari rempah-rempah demi kepentingan monopoli perdagangan dan penyebaran agama Kristen.

Di sisi lain, merujuk pada tulisan bertajuk "Engaging Portuguese-Speaking Countries as a Diplomatic Foundation for Upcoming ICT-Fueled Geopolitics in the Artificial Intelligence Age", bahasa Portugis saat ini menjadi bentuk diplomasi untuk menguatkan posisi negara-negara Lusophone di antara kutub global south dan global north.

Laraswati Ariadne, orang tua murid yang kini duduk di bangku SD, mempertanyakan penerapan rencana pengajaran bahasa Portugis ini. Menurut dia, jika masuk sebagai muatan ekstrakurikuler atau masuk dalam penjurusan ketika SMA, baginya tidak menjadi soal. "Kalau terus dari tingkat dasar, ya enggak make sense. Bahasa Indonesia sama bahasa Inggris aja tuh masih kacau kan? Masih banyak orang Indonesia enggak menguasai bahasa Indonesia, apalagi bahasa Inggris. Terus ini ada lagi," ujar Laras.

Ia kemudian menyinggung tenaga pengajarnya. Fakta bahwa 90.000 sekolah belum mengajarkan bahasa Inggris seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah jika kelak ingin menjalankan instruksi presiden. "Guru yang ada pun belum tentu ngerti cara ngajarin bahasa yang baik dan benar. Contohnya, belajar dari bahasa lama sampai bertahun-tahun di sekolah, begitu lulus tetap banyak yang enggak menguasai. Banyak kasusnya di Indonesia," kata Laras.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan