Kondisi Persis Solo yang Mengkhawatirkan
Posisi pelatih asal Belanda, Peter de Roo, bersama Persis Solo sedang dalam ancaman. Ia berpotensi menjadi pelatih ketiga yang gugur di Super League 2025/2026. Sebelumnya, dua pelatih lainnya telah berpisah dengan klub masing-masing, yaitu Eduardo Almeida dari Semen Padang dan Bernardo Tavares dari PSM Makassar.
Kini, Peter de Roo menghadapi tekanan besar dari para pendukung Persis Solo. Desakan untuk mengganti pelatih ini muncul setelah timnya meraih hasil buruk selama beberapa pertandingan terakhir. Persis Solo belum memenangkan pertandingan sejak pekan pertama, ketika mereka berhasil mengalahkan Madura United. Namun, sejak saat itu, mereka belum pernah meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan berturut-turut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Terbaru, Persis Solo kalah dari Malut United dengan skor 1-3 pada pekan kesembilan. Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri, Stadion Manahan, Solo, pada Senin (20/10/2025). Peter de Roo mengaku kecewa dengan performa timnya. Menurutnya, para pemain banyak melakukan kesalahan yang berujung pada kebobolan.
“Saya kecewa secara hasil dan penampilan karena sudah diprediksi Malut memang berbahaya dengan serangan balik andalan mereka. Melawan Malut tidak bisa banyak melakukan kesalahan dan tadi ada banyak kesalahan seperti kesalahan umpan dan lini belakang tidak terorganisir, sehingga lawan bisa memaksimalkannya. Saat masuk ke pertahanan lawan kita kesusahan dan aliran bola ke kotak penalti kurang bagus. Memang secara permainan kita kesulitan membongkar pertahanan lawan,” jelas Peter de Roo, dikutip dari laman persissolo.id.
Persis Solo kini telah tiga kali merasakan kekalahan di kandang sendiri. Dua kekalahan sebelumnya terjadi saat melawan Persija Jakarta dan Persijap Jepara. Dengan rentetan hasil buruk tersebut, Persis Solo berada di zona degradasi, tepatnya di posisi ke-16. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa mengumpulkan 5 poin, hasil dari 1 kemenangan, 2 imbang, dan 5 kekalahan.
Pada pertandingan berikutnya, Persis Solo akan menghadapi lawan berat lagi, yakni bertandang ke markas Persib Bandung. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (27/10/2025). Persib Bandung merupakan juara bertahan yang saat ini menempati posisi ke-15 dengan mengumpulkan 13 poin.
Dengan begitu, peluang bagi Persis Solo untuk mengalahkan Persib Bandung di kandang sendiri sangat kecil. Di satu sisi, Peter de Roo wajib segera meraih kemenangan jika tidak ingin kehilangan jabatannya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Persis Solo
-
Performa Buruk di Kandang
Persis Solo mengalami tiga kekalahan di kandang sendiri. Hal ini memberikan dampak psikologis yang signifikan terhadap mental pemain dan penonton. -
Masalah Strategi dan Taktik
Pelatih Peter de Roo mengakui adanya kesalahan dalam permainan, terutama dalam pengaturan bola dan pertahanan. Kesalahan umpan dan lini belakang yang tidak terorganisir membuat lawan mudah memanfaatkan celah. -
Kurangnya Konsistensi
Persis Solo hanya mampu meraih satu kemenangan dalam delapan pertandingan. Hal ini menunjukkan ketidakstabilan dalam performa tim. -
Lawan Berat di Masa Depan
Pertandingan melawan Persib Bandung akan menjadi ujian berat bagi Persis Solo. Juara bertahan memiliki kemampuan yang tinggi dan konsisten dalam pertandingan.