
Rencana Pemangkasan Produksi Minerba Tahun 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana untuk memangkas volume produksi seluruh komoditas mineral dan batu bara pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengatur tingkat suplai dan permintaan (demand) terhadap minerba, terlebih mengingat harga batu bara saat ini sedang mengalami penurunan yang signifikan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pergerakan harga batu bara acuan (HBA) sepanjang 2025 tergolong fluktuatif dengan kecenderungan menurun. Dari data yang tersedia, HBA Januari 2025 mencapai US$ 124,01 per ton, namun pada periode II Desember 2025 hanya berada di angka US$ 100,81 per ton. Hal ini menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Bahlil, jumlah batu bara yang diperjualbelikan di seluruh dunia saat ini sekitar 1,3 miliar ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 500-600 juta ton atau setara 50% dipasok dari Indonesia. Ia menyatakan bahwa kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan harga batu bara turun.
“Kalau kondisi begini, bagaimana harganya tidak jatuh? Jadi kami akan atur (jumlah produksinya) agar perusahaan dan negara mendapatkan harga yang baik,” ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (19/12).
Meski telah mengumumkan rencana pemangkasan produksi, Bahlil belum menjelaskan secara detail berapa besar pengurangan yang akan diberlakukan untuk setiap komoditas. Namun, pemerintah akan mengontrol volume produksi minerba melalui persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) yang diajukan oleh masing-masing perusahaan setiap tahunnya.
Selain itu, pemerintah juga berencana meninjau kembali perusahaan minerba yang tidak mematuhi aturan. Tujuannya adalah untuk memastikan semua pihak menjaga disiplin dan menjaga lingkungan.
“Supaya semuanya disiplin. Lingkungan harus kita jaga semuanya,” tambah Bahlil.
Tujuan Pengaturan Produksi Minerba
Pengaturan jumlah produksi minerba juga bertujuan untuk membenahi tata kelola batu bara Indonesia. Menurut Bahlil, kegiatan yang dilakukan pemerintah saat ini harus mempertimbangkan keberlanjutan bagi generasi mendatang.
“Kalau memang harganya murah, janganlah ditambang (banyak) dahulu, biarlah (sisa sumber daya dikelola) anak cucu kita,” ujarnya.
Proyeksi Harga Batu Bara Tahun 2026
Tren HBA Indonesia sepanjang 2025 tergolong fluktuatif, namun cenderung menurun. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Maharani mengatakan bahwa kondisi serupa kemungkinan akan terjadi pada 2026.
“Kami rasa harga batu bara tidak akan bergerak jauh karena belum terlihat adanya faktor pendorong pergerakan batu bara secara signifikan,” kata Gita kepada aiotrade, Selasa (16/12).
Gita menambahkan bahwa pergerakan harga batu bara yang stagnan juga disebabkan oleh tantangan industri batu bara yang semakin bertambah. Faktor seperti rencana perubahan DHE dan adanya rencana bea keluar batu bara menjadi salah satu isu yang memengaruhi pasar.
Senada dengan Gita, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan Bisman Bakhtiar juga mengatakan bahwa pergerakan harga batu bara akan stagnan tahun depan.
“Bisa bertahan saja sudah cukup bagus. Kecuali ada konflik atau situasi global yang memanas bisa jadi sentimen naiknya permintaan dan harga,” ujar Bisman kepada aiotrade.