Bahlil Dihujat Banyak Akun, AMPI Laporkan ke Bareskrim Polri

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Bahlil Dihujat Banyak Akun, AMPI Laporkan ke Bareskrim Polri

aiotrade

AMPI Melaporkan Akun Media Sosial yang Menyerang Bahlil Lahadalia

Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) memberikan pembelaan terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, atas serangan fitnah dan ujaran kebencian yang dilakukan oleh beberapa akun media sosial. Serangan ini diduga berkaitan dengan isu-isu di luar kinerjanya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Terkait hal tersebut, DPP AMPI melalui Wakil Ketua Umumnya, Steven Izaac Risakotta, melakukan laporan resmi ke Bareskrim Polri. Mereka meminta agar pihak kepolisian menindak tegas para netizen yang menyebarkan ujaran kebencian terhadap Bahlil.

Steven menjelaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik Direktorat Siber Bareskrim. Dia berharap proses hukum bisa segera berjalan untuk menghentikan penyebaran informasi yang tidak benar.

"Kami datang ke sini tujuannya adalah untuk melaporkan ada beberapa media yang mana di situ mensertakan nama ketua umum kami, dalam hal ini Menteri ESDM, Bapak Bahlil Lahadalia. Kebetulan beliau juga selaku pembina di DPP AMPI," kata Steven saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/10) malam.

AMPI mencatat sekitar 30 akun media sosial yang terindikasi melakukan ujaran kebencian terhadap Bahlil. Aduan tersebut kini telah diterima oleh penyidik Polri. Langkah hukum ini diambil oleh AMPI bukan sebagai bentuk anti kritik, tetapi lebih pada upaya untuk menegakkan etika dan kebijaksanaan dalam penggunaan media sosial.

"Kami tidak ingin membuat aduan karena ada intruksi langsung dari Bahlil. Tujuannya adalah agar efek jera diberikan kepada akun-akun tersebut yang mana tidak bisalah dibenarkan, menyampaikan sesuatu hal di media itu harus secara yang lebih objektif dan bijak," imbuhnya.

Salah satu contoh unggahan yang sempat diungkap oleh Steven adalah foto Bahlil yang disandingkan dengan sesosok anak kecil, lalu ditambahi keterangan tidak pantas. Tulisan yang tercantum di akun @kementerianbakuhantam seperti "Pak Prabowo kapan si jelek ini di reshuffle."

Steven menegaskan bahwa DPP AMPI tidak hanya membela Bahlil, tetapi juga ingin memberikan pelajaran kepada publik tentang pentingnya beretika dan bijak dalam menggunakan media sosial.

"Kami merasa terpanggil, bahwa ya bukan kami aja ya, kepada masyarakat juga di luar sana, apabila ada melakukan hal yang tersebut, ya kami datang mencari keadilan. Tujuannya untuk apa? Untuk kasih efek jera," pungkasnya.

Penyebab Laporan AMPI

Ada beberapa alasan mengapa DPP AMPI memutuskan untuk melaporkan akun-akun media sosial yang menyerang Bahlil Lahadalia. Berikut beberapa di antaranya:

  • Penyebaran informasi palsu
    Beberapa akun media sosial menyebarluaskan informasi yang tidak benar tentang kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM. Hal ini dapat merusak reputasi dan kredibilitasnya.

  • Ujaran kebencian
    Terdapat banyak komentar dan unggahan yang mengandung unsur kebencian dan tidak sopan. Hal ini tidak hanya merugikan Bahlil, tetapi juga merusak suasana diskusi publik.

  • Kepentingan partai dan organisasi
    Sebagai pembina di DPP AMPI, Bahlil memiliki peran penting dalam kegiatan partai. Serangan terhadap dirinya dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas organisasi.

Tindakan Lanjutan

Setelah laporan diterima oleh Bareskrim Polri, AMPI akan terus memantau perkembangan kasus ini. Mereka berharap proses hukum bisa berjalan cepat dan transparan.

Selain itu, AMPI juga akan terus mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara objektif dan tidak menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian.

Dengan langkah ini, AMPI berharap bisa menjadi contoh bagi organisasi lain dalam menjaga etika dan menjunjung nilai-nilai kebenaran dalam dunia digital.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan