Bahlil Dorong Amman Pasok Konsentrat Tembaga ke Freeport Setelah Longsor Grasberg

admin.aiotrade 14 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Bahlil Dorong Amman Pasok Konsentrat Tembaga ke Freeport Setelah Longsor Grasberg


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk, untuk berdiskusi secara bisnis ke bisnis (B2B). Diskusi ini terkait dengan pasokan konsentrat tembaga.

Freeport saat ini membutuhkan konsentrat untuk diolah di pabrik pemurniannya atau smelter yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Sejak bulan September lalu, perusahaan tidak dapat mengolah konsentrat karena tambang bawah tanah di Grasberg Block Cave, Mimika, Papua Tengah, mengalami longsoran.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di sisi lain, AMNT juga menghadapi kondisi kahar di smelter-nya yang berada di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pabrik pengolahan tersebut sempat berhenti beroperasi pada Juli dan Agustus 2025 sehingga hasil tambang mereka harus diekspor. Untuk menyelesaikan situasi ini, Bahlil meminta kedua perusahaan untuk bekerja sama dalam rangka memenuhi kebutuhan produksi masing-masing.

“Saya minta kepada Amman dan PTFI untuk melakukan komunikasi secara bisnis agar material (Amman) bisa dibeli oleh Freeport untuk diolah di smelter dengan harga yang ekonomis,” ujar Bahlil saat ditemui di kantornya, Jumat (14/11).

Peluang dari Amman

Amman Mineral membuka peluang menjual konsentrat tembaga ke berbagai pihak, termasuk ke PT Freeport Indonesia.

“Kami terbuka melakukan penjualan ke siapa saja selama memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak,” kata Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau saat ditemui usai acara CEO Insight di Hutan Kota Plataran, Jakarta, Selasa (4/11).

Setelah mendapatkan rekomendasi ekspor dari Kementerian ESDM, Rachmat menyatakan bahwa perusahaan akan memaksimalkan ekspor sesuai dengan surat rekomendasi yang dikeluarkan. Saat ini, Amman sedang menunggu Kementerian Perdagangan agar menerbitkan surat persetujuan ekspor (SPE).

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan (keluar SPE). Begitu keluar kami akan langsung ekspor (konsentrat),” ujarnya.

Rekomendasi Ekspor

Amman Mineral sebelumnya telah mendapatkan surat rekomendasi ekspor konsentrat tembaga dari Kementerian ESDM pada Sabtu (1/11). Izin ini diberikan karena terjadi kondisi kahar di smelter perusahaan.

Menurut Amman, smelter sempat berhenti beroperasi sementara pada Juli dan Agustus 2025 karena perbaikan pada unit Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant.

“Perusahaan yang membangun smelter itu boleh ekspor kalau kondisi kahar, Amman mengajukan ekspor sebelum terjadinya kecelakaan di PTFI. Kami cek, rapat dan terbukti ada kondisi kahar sehingga diberikan izin ekspor 6 bulan sampai perbaikan selesai,” jelasnya.

Rencana Ekspor

Amman berencana mengekspor konsentrat tembaga ke sejumlah negara, seperti Korea Selatan, Jepang, Cina, Filipina, dan beberapa negara potensi lainnya.

Dengan adanya peluang ini, Amman berharap dapat memperluas pasar ekspor serta meningkatkan pendapatan perusahaan. Namun, langkah ini juga diharapkan dapat menjadi solusi untuk masalah produksi yang sedang dihadapi Freeport akibat gangguan di tambang bawah tanah.

Penutup

Kolaborasi antara Freeport dan Amman dinilai penting untuk memastikan kelancaran pasokan konsentrat tembaga. Dengan komunikasi yang baik, kedua perusahaan diharapkan dapat saling mendukung dan mempertahankan stabilitas produksi.

Selain itu, kebijakan pemerintah dalam memberikan rekomendasi ekspor juga menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi dampak dari kondisi kahar yang terjadi di industri pertambangan. Dengan demikian, perekonomian nasional tetap dapat tumbuh meskipun menghadapi tantangan di sektor energi dan sumber daya mineral.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan