Bahlil: Pemerintah Tidak Halangi Investasi SPBU Swasta di RI

admin.aiotrade 10 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Bahlil: Pemerintah Tidak Halangi Investasi SPBU Swasta di RI

Penjelasan Menteri ESDM Mengenai Isu Pasokan BBM di SPBU Swasta

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa isu seretnya pasokan bensin pada badan usaha SPBU swasta bukan disebabkan oleh hambatan dari pemerintah terhadap investasi mereka. Hal ini dilontarkan setelah sejumlah perusahaan SPBU swasta mengeluhkan masalah pasokan dan regulasi kuota impor bahan bakar minyak (BBM).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada Selasa (7/10), para pelaku usaha SPBU swasta mengunjungi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menyampaikan kekhawatiran mereka. Mereka meminta penjelasan lebih lanjut mengenai masalah pasokan dan aturan yang berlaku.

Bahlil menjelaskan bahwa tidak ada kaitan antara masalah pasokan BBM di SPBU swasta dengan keberlanjutan investasi mereka di Indonesia. Ia menekankan bahwa seluruh badan usaha harus patuh terhadap aturan yang berlaku di negara ini.

"Kita menghargai semua investasi yang ada, tapi juga swasta harus mengikuti aturan yang ada, bukan berarti kita tidak membiarkan semuanya," tegas Bahlil saat ditemui usai Indonesia International Sustainability Forum 2025, Jumat (10/10).

Menurut Bahlil, hampir seluruh badan usaha SPBU swasta merupakan Penanaman Modal Asing (PMA). Contohnya adalah perusahaan seperti Shell, BP, Vivo Energy, hingga ExxonMobil. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah memberikan dan bahkan menambahkan kuota impor BBM swasta sebesar 10 persen dari alokasi yang diberikan pada 2024.

"Semuanya kita kasih, bukan enggak kita kasih. Jadi apanya? 110 persen itu kan harusnya udah paten kali itu kan. Jadi apanya investasi yang kita halangi?" ujar Bahlil.

Peran Pemerintah dalam Menjamin Keberlanjutan Investasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyatakan bahwa pemerintah akan hadir untuk memastikan kepastian hukum dan keberlanjutan investasi tetap terjamin. Ia menekankan bahwa negara harus hadir dalam konteks pengelolaan isu kepastian investasi di Indonesia.

“Jadi inti semangat prinsipnya adalah kita negara harus hadir dalam konteks terhadap mengelola isu kepastian investasi di negara kita. Isu mengenai kondusivitas investasi di negara kita,” ujar Todotua di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (7/10).

Ia menyebut bahwa BKPM telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta pelaku usaha SPBU swasta. Dalam forum tersebut, telah dibahas langkah bersama antara badan usaha swasta dan Pertamina untuk menjaga pasokan hingga akhir tahun.

Todotua mengakui bahwa peningkatan permintaan BBM non-subsidi di masyarakat menyebabkan lonjakan konsumsi di SPBU swasta. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan impor bahan bakar, yang selama ini diatur kuotanya oleh pemerintah.

“Di 2025 ini kan karena adanya pergerakan atau shifting demand consume daripada masyarakat yang selama ini menggunakan yang subsidi kepada non-subsidi sehingga ini berimpact terhadap bertambahnya volume daripada kuota penjualan daripada teman-teman SPBU pihak swasta,” katanya.

Pentingnya Investasi yang Berkelanjutan

Dalam konteks investasi, pemerintah mengeklaim bahwa mereka tidak hanya fokus pada penanaman modal baru, tetapi juga pada keberlanjutan investasi yang sudah ada. Todotua menilai bahwa keberadaan investasi eksisting memberikan dampak besar terhadap ekosistem ekonomi, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun tumbuhnya industri pendukung seperti UMKM dan vendor.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan