
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan pernyataan terkait penundaan peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Menurutnya, penundaan ini murni disebabkan oleh faktor teknis dan penyesuaian jadwal Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil menjelaskan bahwa secara prinsip, proyek RDMP Balikpapan telah siap. Namun, pemerintah ingin peresmian dilakukan langsung oleh Presiden. Karena itu, jadwal peresmian menunggu ketersediaan waktu Kepala Negara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“RDMP di Balikpapan pada prinsipnya semuanya sudah siap. Namun kita harus menyesuaikan dengan jadwal Bapak Presiden. Kita ingin Bapak Presiden yang akan meresmikan, jadi kita tunggu itu saja. Persoalannya hanya persoalan teknis, bukan persoalan lain-lain,” ujar Bahlil di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Ia optimistis peresmian proyek strategis nasional tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat. “Insyaallah bulan-bulan ini kita usahakan bisa selesai,” tambahnya.
Sebelumnya, peresmian RDMP Balikpapan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/12/2025) akhirnya ditunda. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, penundaan dilakukan karena masih terdapat tahapan pengecekan dan sinkronisasi sistem operasi kilang.
“Masih ada pengecekan dan sinkronisasi sistem operasi di RDMP secara keseluruhan untuk memastikan seluruhnya berjalan baik dan meminimalkan risiko,” kata Yuliot saat dikonfirmasi, Selasa (16/12/2025).
Namun demikian, Yuliot belum dapat memastikan jadwal baru peresmian RDMP Balikpapan. Menurutnya, waktu peresmian akan ditentukan setelah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyelesaikan seluruh proses pengecekan tersebut.
Sebelumnya, aiotrade telah menerima undangan peresmian RDMP Balikpapan dari Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM. Namun, undangan tersebut kemudian dibatalkan hingga waktu yang belum ditentukan.
Dalam catatan aiotrade, Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani menyampaikan bahwa unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) baru di Kilang Balikpapan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini, dengan kapasitas pengolahan hingga 90.000 barel per hari (bph).
Selain itu, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas produksi solar secara signifikan, dari sekitar 125.000 bph menjadi sekitar 156.000 bph. Dengan demikian, total produksi bahan bakar minyak (BBM) kilang ini diproyeksikan mencapai 339.000 bph, yang membuka peluang Indonesia surplus solar dan tidak lagi mengimpor mulai 2026.
Proses Pengembangan RDMP Balikpapan
Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi BBM di Indonesia. Beberapa komponen utama dari proyek ini meliputi:
- Penambahan kapasitas pengolahan minyak mentah
- Peningkatan kualitas produk BBM, terutama solar
- Penggunaan teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi operasional
- Pengurangan ketergantungan terhadap impor BBM
Dengan peningkatan kapasitas produksi solar, proyek ini diharapkan dapat membantu Indonesia mencapai kemandirian energi, khususnya dalam hal kebutuhan solar.
Tantangan dan Persiapan Akhir
Meskipun proyek telah mendekati tahap akhir, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diselesaikan. Salah satunya adalah pengecekan dan sinkronisasi sistem operasi kilang. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua komponen berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan risiko operasional.
Selain itu, pihak KPI juga sedang melakukan persiapan terkait pengoperasian unit RFCC baru. Unit ini akan berkontribusi signifikan terhadap kapasitas produksi solar dan memperkuat posisi Kilang Balikpapan sebagai salah satu kilang utama di Indonesia.
Peran Presiden dalam Peresmian
Peresmian proyek RDMP Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi fokus utama pemerintah. Hal ini menunjukkan pentingnya proyek ini bagi perekonomian nasional. Meski penundaan terjadi, pihak terkait tetap optimistis bahwa peresmian akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Dengan adanya penundaan, pihak KPI dan Kementerian ESDM terus melakukan koordinasi untuk memastikan semua persyaratan terpenuhi. Diharapkan, peresmian dapat dilakukan tanpa gangguan dan memberikan dampak positif bagi industri energi Indonesia.