
Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah PT Bali Towerindo Sentra Tbk
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) kembali melakukan penawaran umum berkelanjutan sukuk ijarah berkelanjutan I dengan total dana sebesar Rp 2 triliun. Dalam penerbitan ini, perusahaan akan merilis sukuk ijarah I tahap III senilai Rp 1,35 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebelumnya, BALI telah merilis sukuk ijarah tahap I sebesar Rp 221 miliar dan tahap II sebesar Rp 425 miliar. Jika penerbitan sukuk ijarah I tahap III berhasil dilaksanakan, maka total penerbitan sukuk ijarah I akan mencapai target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp 2 triliun.
Dalam penawaran sukuk ijarah I tahap III, terdapat dua seri yang akan dirilis. Seri A memiliki nilai pokok sebesar Rp 414,85 miliar dengan tenor 370 hari dan imbal hasil sebesar Rp 26,97 miliar atau setara dengan 6,5% per tahun. Sementara itu, seri B akan dirilis sebesar Rp 939,15 miliar dengan imbal hasil sebesar Rp 68,09 miliar atau setara dengan 7,25% per tahun. Tenor untuk seri B adalah lima tahun.
Sukuk ijarah I mendapatkan rating idA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Adapun penjamin emisi sukuk ijarah ini adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas.
Jadwal Penerbitan Sukuk Ijarah I Tahap III
Berikut adalah jadwal penerbitan sukuk ijarah I tahap III:
- Tanggal efektif: 9 Desember 2022
- Masa penawaran umum: 25 - 27 November 2025
- Tanggal penjatahan: 1 Desember 2025
- Tanggal pengembalian uang pemesanan: 3 Desember 2025
- Tanggal distribusi sukuk ijarah secara elektronik: 3 Desember 2025
- Tanggal pencatatan di BEI: 4 Desember 2025
Penggunaan Dana Hasil Penawaran
Dalam prospektus ringkas, manajemen BALI menjelaskan bahwa dana hasil penawaran umum sukuk ijarah, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai berikut:
- 14,55% digunakan untuk pembayaran kewajiban kepada anak usaha PT Paramitra Intimega
- 8,14% digunakan untuk membayar utang kepada Bank Victoria International
- 44,55% digunakan untuk membayar utang PT Indonesia Infrastructure Finance
- Sisa dana digunakan untuk membayar utang fasilitas kredit Bank Mandiri
Kinerja Saham BALI
Pada Jumat (14/11), harga saham BALI ditutup naik sebesar 0,41% di Rp 1.210 per saham. Kenaikan ini menunjukkan respons positif dari pasar terhadap kebijakan keuangan perusahaan dalam mengelola utang dan memperkuat struktur modal.