Perusahaan Ban Michelin di Indonesia Menghadapi Tantangan Pasar Global
PT Multistrada Arah Sarana (MAS), produsen ban Michelin di Indonesia, mengalami tantangan berat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi dengan menerapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 280 dari total 2.800 karyawan. Presiden Direktur MAS, Igor Zyemit, menegaskan bahwa pengurangan karyawan merupakan bagian dari upaya penyesuaian terhadap kondisi pasar global yang dinamis.
Igor menyatakan bahwa selama dua tahun terakhir, industri manufaktur ban di Indonesia, termasuk Michelin, menghadapi tantangan besar. Salah satu faktor utamanya adalah kebijakan tarif baru Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada daya saing global perusahaan. Ia menegaskan bahwa perusahaan telah mengambil berbagai langkah adaptasi untuk memastikan kesejahteraan pekerja tetap terjaga. Namun, penyesuaian lanjutan diperlukan untuk menjaga keberlangsungan jangka panjang dan mempertahankan peran penting Indonesia dalam jaringan global Michelin.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kemnaker Minta Michelin Jadikan PHK sebagai Opsi Terakhir
Meski demikian, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, mengimbau manajemen pabrik produsen ban Michelin itu menjadikan PHK sebagai solusi terakhir dalam mengatasi permasalahan atau dinamika pasar global. Rencananya, secara bertahap, pada 30 November 2025, ada 280 pekerja yang terancam PHK oleh produsen ban asal Perancis tersebut.
Afriansyah menekankan pentingnya dialog bipartit antara pihak manajemen dan pekerja mengenai PHK 280 pekerja. Ia juga berharap perusahaan-perusahaan swasta mampu menyiasati dengan opsi lain atau mencari solusi alternatif dalam menghadapi perekonomian sulit seperti saat ini. Hingga saat ini, pemerintah masih fokus pada pembenahan ekonomi untuk mengurangi angka pengangguran.
Opsi Alternatif Selain PHK
Afriansyah menyatakan bahwa jika sampai terjadi PHK atau pengurangan karyawan karena menghadapi situasi perekonomian global, pemerintah menghormati kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan manajemen. Ia berharap MAS tetap hadir dan memberi kontribusi bagi Indonesia.
Di sisi lain, Ketua PUK MAS, Guntoro, meminta perusahaan mencabut surat PHK dan skorsing yang telah diterbitkan oleh perusahaan dan mempekerjakan kembali pekerja yang telah diberikan surat PHK dan skorsing. "Setelah itu, baru kita berunding tentang mekanisme pengurangan pekerja," kata dia.
Michelin Diminta Cabut Surat PHK dan Skorsing
Afriansyah pun menyatakan pihak perusahaan siap membatalkan atau mencabut surat PHK. Langkah berikutnya, perusahaan akan memberikan opsi pelatihan kepada pekerja tersebut. Ketiga, proses bipartit bisa segera dimulai antara manajemen dengan pekerja.


