
Nama Bandara KASA Kiai As'ad Syamsul Arifin Diumumkan
Pembangunan bandara baru di Situbondo kini mulai direalisasikan dengan nama Bandara KASA Kiai As'ad Syamsul Arifin. Bandara ini akan berada di Dusun Banongan, Desa Wringinanom. Nama bandara tersebut memakai nama seorang pahlawan nasional yang terkenal dengan perjuangannya dalam berbagai bidang.
Bandara ini tidak hanya digunakan untuk kepentingan militer, tetapi juga akan menjadi tempat penerbangan umum. Bupati Situbondo berharap bahwa bandara tersebut nantinya bisa menjadi tempat transit bagi ibadah haji dan umroh.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Acara Pengajian dan Selamatan
Pemkab Kabupaten Situbondo menggelar pengajian dan selamatan untuk pembangunan Bandara KASA Kiai As'ad Syamsul Arifin (KASA) di Dusun Banongan, Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, pada hari Selasa (16/0/12/2025). Acara ini dihadiri oleh ribuan masyarakat setempat serta putra dan cucu tokoh pahlawan nasional, KHR As'ad Syamsul Arifin.
Beberapa tokoh yang hadir dalam acara ini antara lain:
- Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, KHR Muhammad Kholil As'ad Syamsul Arifin
- Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimi
- Kasdam V Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar
- Perwakilan Kemenkumham RI, Dr (Can) Kemas Akhmad Tajuddin
- Seluruh pejabat Forkopimda Pemkab Situbondo
Sebelum acara dimulai, dilakukan penyerahan bantuan sapi dan kambing kepada warga atau pekerja di Banongan.
Cerita dari Warga Sukorejo
Dalam tausiyahnya, Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, KHR Ahmad Azaim Ibrahimi menyampaikan cerita dari warga Sukorejo. Menurutnya, KHR As'ad Syamsul Arifin pernah menyampaikan bahwa di Situbondo akan ada bandara dan orang-orang akan berangkat dari bandara itu.
"Kami yang mendengar itu setengah percaya dan setengah tidak karena tidak membayangkan waktu itu," kata KHR Azaim.
KHR Azaim menegaskan bahwa bukan tidak percaya sosok kiai As'ad, namun masih memikirkan perkataan warga saat itu. "Dan saya tidak bayangkan bandara ini disepakati selain untuk militer, tetapi juga untuk pemda sebagai sarana transportasi umum," katanya.
KHR Azaim berharap harapan dan cita-cita serta doa seluruh masyarakat Situbondo diridhai dan proses pembangunan bandara dipermudah.
Tanggung Jawab dan Rasa Bangga
Pengasuh Ponpes Wali Songo, KHR Muhammad Kholil As'ad Syamsul Arifin mengatakan, bandara ini sekaligus akan menjadi tempat latihan dan berharap pembangunannya lancar. "Saya ikut bangga dan gembira serta menyampaikan terima kasih adanya bandara ini," ucap KHR Kholil.
Meski demikian, kata KHR Kholil merasa malu karena tidak ada yang bisa diberikan atau disumbangkan untuk pembangunan bandara ini. "Saya mohon maaf tidak ada yang bisa saya sumbangkan, sebab ini demi kepentingan yang menguntungkan atau memberikan manfaat negara dan ummat. Seharusnya kita memberi dan bukan berharap," kata KHR Kholil.
Penghormatan kepada Pahlawan Nasional
Perwakilan Kemenkumham RI, Dr (Can) Kemas Akhmad Tajuddin mengatakan, Bandara KASA ini menggunakan nama pahlawan nasional, Kiai As'ad Syamsul Arifin sebagai bentuk penghormatan dalam perjuangan yang bisa ditiru generasi penerus yang akan datang.
Menurutnya, pembangunan bandara ini tidak hanya membicarakan masalah konstruksi tetapi juga sebagai momentum membangun konektivitas ekonomi. "Yang terpenting, ketika sarana dan prasarana digelar dengan baik maka sinkronisasi pertahanan keamanan akan terlaksana," kata Tajuddin.
Harapan Bupati Situbondo
Dikonfirmasi terpisah, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyatakan bangga dan terharu karena ada bandara yang diberi nama Kiai As'ad Syamsul Arifin. "KHR As'ad Syamsul Arifin adalah tokoh besar, pahlawan nasional yang namanya disematkan untuk bandara. Kita bersyukur, apalagi beliau pernah berdawuh akan ada Bandara," kata Mas Rio.
Mas Rio menambahkan, bandara tersebut nantinya tidak hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga diharapkan menjadi transit ibadah haji dan umroh. "Itu menjadi komitmen kami dengan Kemenkumham," tegasnya.
Mas Bupati Rio menjelaskan, adanya bandara akan menambahkan nilai dan jangkauan aktivitas ekonomi dari suatu daerah. "Situbondo sudah memiliki semua akses transportasi, seperti pelabuhan, bandara dan terminal. Bahkan nanti akan menyusul jalur KA pada 2029," tambahnya.