Bandung Siaga Hujan, Pemkot Bangun Kolam Retensi dan Bersihkan Drainase Lewat Mapag Hujan

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Bandung Siaga Hujan, Pemkot Bangun Kolam Retensi dan Bersihkan Drainase Lewat Mapag Hujan

Kesiapan Pemkot Bandung Menghadapi Musim Hujan

Dalam menghadapi peningkatan intensitas hujan belakangan ini, Wakil Wali Kota Bandung Erwin menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi risiko banjir. Selain memperkuat infrastruktur pengendali banjir, Pemkot Bandung juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kami telah menempatkan 27 titik rumah pompa di daerah-daerah yang rentan terkena banjir. Selain itu, kami juga meluncurkan program Mapag Hujan, yaitu kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam membersihkan saluran-saluran air," ujar Erwin saat berkunjung ke Sukajadi, Kamis, 23 Oktober 2025.

Program Mapag Hujan menjadi salah satu inisiatif penting dalam membangun sinergi antara pemerintah dan warga. Di beberapa kesempatan, Erwin bahkan turun langsung untuk membongkar bangunan liar yang menghambat aliran air di sungai atau solokan. Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran aliran air dan mengurangi risiko genangan.

Selain itu, Erwin mengimbau kepada para camat dan lurah agar bekerja sama dengan Ketua RW untuk segera melaporkan apabila ada sungai yang mulai terkena erosi. "Jangan menunggu parah dulu baru bertindak," pesannya.

Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir

Terkait dengan infrastruktur pengendali banjir, Erwin menjelaskan bahwa Pemkot Bandung tidak hanya mengandalkan rumah pompa. Antisipasi banjir juga dilakukan melalui pembangunan kolam retensi di sejumlah wilayah. Saat ini, sudah ada 15 kolam retensi yang berfungsi sebagai tempat penampungan air sementara.

"Target kami adalah 30 kolam retensi. Tahun 2025, kami telah menganggarkan tambahan dua kolam retensi. Meskipun ketersediaan anggaran menjadi faktor utama, namun secara umum, kolam-kolam ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi genangan air," katanya.

Upaya Mencegah Pohon Tumbang

Selain itu, Pemkot Bandung juga gencar melakukan upaya pencegahan terhadap kejadian pohon tumbang. Dinas Pertamanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) telah melakukan pengecekan dan perawatan terhadap pohon-pohon tua di sejumlah ruas jalan utama.

"Pohon-pohon yang rawan tumbang telah diperiksa dari segi usia dan kondisi fisiknya. Kami juga melakukan uji kekuatan dan perawatan berkala. Jalan-jalan seperti Jalan Sudirman dan area Balai Kota termasuk yang kami waspadai karena banyak pohon tua," jelas Erwin.

Imbauan untuk Masyarakat

Meski berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, Erwin tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. "Jika hujannya ringan, pohon-pohon masih kuat, tapi jika badai besar datang, kita tetap harus waspada," ujarnya.

Dengan kombinasi antara infrastruktur dan partisipasi masyarakat, Pemkot Bandung berupaya meminimalkan risiko banjir serta memastikan keamanan dan kenyamanan warga selama musim hujan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan